Kegagalan = Hukuman

1042 Kata
Rasa takut itu manusiawi tapi kita harus sambil bersiap diri agar mampu terbebas dari orang yang telah menimbukan rasa itu. ♧♧♧♧♧♧ Sejak hari itu, Circe disekap di kamar Abram, tidak boleh seujung kukupun menampakkan diri keluar dari pintu kamar. Dia dianggap hilang tanpa bekas. Abram membangunkan sebuah ruangan yang terhubung ke kamarnya. Lelaki itu memberikan waktu untuk Circe memulihkan diri dan memberikan ramuan yang berfungsi untuk mengeringkan sel telur hingga ia tidak bisa hamil untuk selamanya. Nasib Circe berakhir menjadi b***k s*x* Abram setelah gagal membuat Helena terbius untuk dikawininya. Circe akan menggantikan kegagalan itu sampai saatnya Abram merasa tidak membutuhkannya lagi. Sementara itu, Helena mengajak Dora dan satu pengawal menjelajah hutan, Ia memulainyadari sisi kanan terlebih dahulu dengan meninggalkan jejak dari langkah yang ditinggalkannya agar tidak tersesat. Dalam perjalanan, ia banyak menemukan tanaman perdu, tapi ia memilihnya dengan hati-hati. "Dora, bagaimana nasib Circe?" bisik Helena agar tidak terdengar oleh penjaga. "Menurut desas desus para pelayan, Circe di kurung oleh tuan A, untuk dijadikan b***k S, tidak boleh menampakkan diri sama sekali, dan ia dalam kondisi luka parah k*********a, My Lady," bisik Dora sambil pura-pura membersihkan pakaian Helena dari daun-daun kecil. Sudah jelas bagi Helena bahwa Abram mempunyai niat buruk kepadanya. Dia ditakdirkan untuk tidak memelihara hati bagi lelaki itu. Ini juga merupakan petunjuk bahwa dirinya harus berfokus pada putra mahkota pangeran Arion. "Bagaimana caranya aku tahu mengenai perkembangan kerajaan khususnya pangeran Arion?" tanya Helena masih sambil berbisik. "Berita biasanya di sampaikan oleh para pedagang dari kota, kebetulan besok adalah saatnya para pedagang itu datang ke pinggiran hutan. Hamba bisa mencari tahu, My Lady," sahut Dora. "Hm ... bersiaplah. Malam ini kita akan mempersiapkan semuanya," bisik Helena. Gadis itu terus mencari tanaman yang dibutuhkannya untuk di tanam di halaman rumah, ia akan membuat rumah kebun yang cantiik. Tapi, saat matahari telah berada di atas kepalanya, Helena mulai merasakan lelah. Ia memutuskan untuk berbalik menelusuri jejak yang ditinggalkannya. Sepanjang jalan, ia mengunyah daun yang dipilihnya. Ada beberapa jenis daun yang ia berikan kepada Dora untuk di makan. Wanita tua itu tidak bisa menolak perintah Helena, ia memakan daun tersebut tanpa bertanya apa-apa. Mendekati pagar kayu yang membatasi halaman rumah, terdengar suara Abram berteriak-teriak. Helena menghentikan langkahnya. "Kerja kalian apa? Cari My Lady sampai ketemu!" terdengar kepanikan dalam nada suara lelaki itu. Helena kembali melangkahkan kakinya menuju halaman rumah bagian depan. Ia menatap punggung Abram dengan perasaan jijik. Lelaki itu berbalik ketika melihat anak buahnya membungkuk dan tatapannya terpaut dengan Helena. "Ada apa, Tuan?" tanya Helena dengan nada yang datar. "My Lady ..., Anda membuat saya panik, bagaimana jika pangeran Arion tahu Anda menghilang, hamba akan mendapat hukuman berat," ujar Abram seraya membungkuk. "Aku cuma mencari tanaman, tidak ada yang perlu dicemaskan." sahut Helena sambil menaiki undakan ke arah teras. "Tolong tanah di samping di angkat, saya mau menanam tanaman yang saya butuhkan," titah Helena kepada orang yang ada di sana. "Tuan Abram, aku permisi karena perjalanan tadi cukup melelahkan," pamit Helena kepada Abram. "My Lady," sahut Abram segera membungkuk kembali. Abram bertanya kepada penjaga yang membawa keranjang besar berisi tanaman. "Hei, apa yang dilakukannya tadi?" "Hamba, Tuan. Hanya mencari tanaman ini katanya akan membuat kebun cantik," sahut penjaga. "Selama itu?" Abram merasa curiga. "Hamba, Tuan ... karena mencari tanaman ini susah dan My Lady banyak istirahat," sahut penjaga. Abram memeriksa keranjang itu dan ia tahu memang tanaman tersebut langka bahkan ada yang tumbuh menempel pada batu-batu. Ia juga tahu semuanya adalah tanaman untuk obat. Dia semakin penasaran dengan sakit yang diderita oleh gadis itu. "Baiklah, jaga baik-baik My Lady," titah Abram seraya beranjak dan berlalu dari sana. Helena mengintip kejadian itu dari balik sela kayu di ruang kamar mandinya sambil berpikir. Ia harus merancang strategi untuk menghindari lelaki itu. Gadis itu termangu duduk di lantai kayu, merasakan kepiluan yang tiba-tiba mengingat hukuman yang diterima oleh Circe yang hanya menjalankan perintah. "Ini baru secuil kekerasan yang aku dengar," gumam Helena merasa ngeri. Ia mendengar seseorang membuka pintu. "Dora?" panggil Helena. "Hamba My Lady," ucap Dora sambil mencari Helena dan menemukannya sedang duduk di atas lantai kayu. "My Lady? Anda baik-baik saja?" tanya Dora dengan cemas. "Baik, Dora. Tolong ambilkan air panas dan mandikan saya," ucap Helena sambil beranjak untuk menadah air ke dalam bathtubnya. "Hamba, My Lady," sahut Dora segera keluar dari kamar. Helena kembali duduk dengan perasaan yang tidak menentu. Kini ia menjadi sering merasa takut. Abram bisa saja melakukan apapun yang diinginkannya pada Helena. Sambil mengedarkan pandangan menatap jendela-jendela yang tertutup rapat, Helena telah memikirkan satu cara. Dia harus membuat jebakan-jebakan kecil seandainya ada yang berani menyusup ke dalam kamarnya. Tidak lama, Dora datang menggotong air panas ke dalam ruang kamar mandi. Helena memberi isyarat agar air itu segera ditumpahkan ke dalam bathtub. Kemudian ia memeriksa kadar panas airnya, sambil mengangguk, Helena mengucapkan terima kasih kepada pelayan yang telah membantu Dora. Setelah mereka tinggal berdua, Helena menoleh kepada Dora. "Kunci pintunya, Dora." "Hamba, My Lady," sahut Dora segera mengunci pintu kamar. Helena membuka seluruh bajunya dan mulai memasukkan diri ke dalam bathtub. "Dora, bagaimana caranya menyusupkan obat kepada Circe tanpa ketahuan? Tanpa tahu dari aku?" tanya Helena dengan nada suara rendah. Ia khawatir jika pembicaraannya ada yang menguping. "Melalui pelayan yang ada di sana, My Lady," sahut Dora. "Apakah aman? Jangan sampai tuan tahu karena yang akan dihukum adalah Circe," ucap Helena. "Saya akan pastikan aman melalui orang yang bisa dipercaya dan orang yang berpikiran sama dengan saya, My Lady. Tapi apakah My Lady tahu sakitnya apa?" tanya Dora. "Kekerasan Seksual*, Dora. Saya akan buatkan obat yang harus dia telan," ujar Helena. "My Lady, kenapa mengampuni orang yang akan meracuni My Lady?" tanya Dora merasa heran dengan sikap gadis itu. "Karena dia hanya menjalankan perintah, Dora. Dia tidak bisa dan tidak boleh menolak perintah, bukan?" Helena menerawang jauh. "Hamba My Lady," ucap Dora dengan perasaan terharu. 'Sungguh mulia sekali hati gadis muda ini, apakah benar dia titisan Dewi?' batin Dora dengan bola mata yang bersinar. "Siapkan baju pria untuk nanti subuh, Dora. Aku akan menyamar untuk bisa bergabung dengan keramaian besok dan mencari tahu segala hal tentang istana," ujar Helena. "Hamba, My Lady," sahut Dora sambil memijat-mijat tangan Helena. "Setelah ini, tolong siapkan pembakaran di meja dengan alat-alat dan juga beberapa cawan kecil," tambah Helena sambil memejamkan matanya. "Hamba My Lady." ♧♧♧♧♧♧
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN