Semoga kalian suka dengan ceritaku ini... Selamat Membaca..
*****
Alika sudah berdiri di samping yaya dan wanda di samping alika.
"Zal ini sahabat aku alika." yaya memperkenalkan alika pada rizal.
"Dan Al, ini rizal dan zidni." lontarnya lagi sembari menengok pada alika dan pada rizal, zidni bergantian. alika mengangguk sambil tersenyum manis pada rizal dan zidni, rizal sempat terpaku beberapa detik melihat senyum manis alika namun cepat-cepat dia tersadar, dan merasakan jantungnya berdebar cepat.
"Wah.. senyumnya manis banget.." batin rizal. rizal dan zidni pun membalas anggukan alika.
Rizal sebenarnya tau siapa alika karena dia sering mendengar dari yaya yang menceritakan sahabatnya itu, hanya tidak tau rupa wajahnya saja.
"Okee!! kita para cewek-cewek jalan duluan di depan. kalian para cowok di belakang kita jadi bodyguard. haahhaahhaa.." yaya tertawa mengejek.
"Nah! betul juga tuh teh! " sambung wanda sambil terkikik. alika hanya tersenyum saja menahan tawanya karena takut menyakiti hati mereka, bila tawanya terlepas.
Sedangkan rizal dan zidni hanya menggelengkan kepalanya melihat candaan yaya kepadanya. hamdan hanya mendengkus saja, tapi tak urung menjawab candaan yaya.
"Yaa tuan putri silahkan.." ucap hamdan dengan raut wajah seperti terpaksa dan nada yang dilembut-lembutkan.
"Oke! ayo guy'ss.. kita jalan." ucap alika sambil merangkul kedua bahu wanda dan alika, yaya berada di tengah-tengah mereka.
"Ayo! " ucap wanda semangat. alika hanya mengangguk saja dan berjalan bersama mereka, di ikuti ketiga cowok di belakang mereka.
Rizal sedang memperhatikan para cewek yang berjalan di depan nya yang sedang mengobrol ringan dan sesekali tertawa, lebih intens nyaa kepada alika. zidni yang memperhatikan rizal, memperlambat jalan nyaa agar berada sedikit jauh dari hamdan dan berbisik pada rizal.
"Elo suka yaa, sama si alika ??" bisiknya pada rizal. sontak rizal langsung menengok pada zidni dan membulatkan matanya sedikit karena kaget dengan pertanyaan zidni yang tiba-tiba itu.
Namun rizal segera mengubah ekspresinya itu dan gelagapan karena takut terdengar oleh yang lain.
"Eh!! Ssstt.." rizal langsung membungkam mulut zidni dengan telapak tangannya dan segera melepaskannya karena tepukan zidni di tangannya.
"Emang keliatan banget yahh ??" tanya rizal pelan.
"Ya gimana gak keliatan! orang elo natapnya intens gitu. untung aja gue yang liat, kalo orang lain gimana ?" ucap zidni menakut-nakuti. padahal mah biasa saja.
"Gue juga gak tau, kalo liat dia itu bawaan nyaa seneng aja gitu." ucap rizal dan mengalihkan tatapannya ke arah alika yang ada di depan sana.
"Fix!! berarti lo udah mulai suka sama dia kalo gitu." ucap zidni mantap.
"Mungkin" rizal hanya menjawabnya singkat, karena sedang memperhatikan satu orang itu.
*****
"Ekhh! tebak-tebakan yukk ??" ujar wanda.
"Okee!" jawab yaya cepat dengan semangat.
"Boleh" jawab sembari tersenyum.
"Oke! kita mulai,. Es, es apa yang sholehah ??" tanya wanda sembari tersenyum menanatang kepada yaya dan alika.
Yaya dan alika tampak sedang berfikir.
"Apa yaa ??" gumam yaya. "Akhh!! es pake kerudung." lontarnya cepat.
"Mm.. Mm.. Salah!" ucap wanda sambil menggoyangkan jari telunjuknya di depan yaya.
"Nyerah ?? Nyerah ??" wanda bertanya pada yaya dan alika bergantian. yaya hanya mengangguk pasrah menjawabnya.
"Mmm.. es apa yaa ??" ujar alika.
"Nggak tau akhh.!" ucap alika pasrah.
"Okeey.." ucap wanda sembari terkekeh.
"Nyerah ya ??, Nyerah ya ??" ujar wanda lagi, menunjuk alika dan yaya bergantian. mereka yang di tunjuk pun mengangguk.
"Jawabannya adalaahhh... Es nutri syar'iiii... Hahhaahhaa.." jawab wanda dan tertawa.
"Es nutri syar'i.. iya juga yaa.." gumam yaya. merek pun tertawa bersama.
"Sekarang giliran aku" ujar alika setelah tawanya mereda.
"Kuda, kuda apa yang paling capek ??" tanya alika sembari tersenyum.
"Kuda lari.!" jawab yaya.
"Salah!" ucap yaya, sambil menggelengkan kepalanya.
"Kuda loncat.!" jawab wanda.
"Saalahh!!" ujar alika lagi. Yaya dan wanda tampak sedang berfikir keras sambil berjalan.
"Apa sihh!!? Nyerah deh aku." ucap yaya lelah.
"Hmmhh!! nyerah aku juga, apasih jawaban nyaa ??" tanya wanda sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung.
"Jadi nyerah nihh ??" tanya alika memastikan. yaya dan wanda mengangguk sembari bergumam.
"Jawaban nyaa.., Kuda-ki gunung sambil jongkok! hahhaahhaa.." alika tertawa puas. mereka tertawa bersama.
"Sekarang giliran yaya nihh.." ujar alika sambil meredakan tawanya.
"Aduh duh!, bentar,," ucap yaya mencoba meredakan tawanya, setelahnya yaya berdehem.
"Ekhem! ekhem!!,, aku kayaknya nggak ada deh!" ucap yaya sambil berfikir.
"Okhh! ada satu" ujar yaya lagi.
"Di buka bajunya, dibawa ketempat gelap, hamil. apa itu ??" ujar yaya.
"Balon!?" ujar alika. yaya menggeleng. "Salah!!" ucapnya. wanda tampak sedang berfikir sembari mengetukan jarinya di dagu.
"Akhh..!" wanda mengangkat telunjuknya.
"Apa-apa ??" tanya alika penasaran.
"Apa yaah..??" wanda menggaruk kepalanya bingung.
"Haaahh.." alika menurunkan bahunya sembari menghela nafas.
"Gimana.. udah nyerah belom ??" tanya yaya.
"Ishh!! tar dulu, lagi mikir ini.." ujar wanda.
"Kalo aku nyerah aja deh.!" ucap alika.
"Pompa angin!" jawab wanda setelah berfikir lama.
"Salah!" yaya menekankan katanya.
"Udah deh! nyerah." ujar wanda kesal.
"Jawabannya, permen karet." ucap yaya.
"Kok permen karet ??" tanya alika heran.
"Gini yaa.., di buka bajunya.. dibawa ke tempat gelap, aam!! dan fuuchh.. hamil.!" jawab yaya sambil memperagakan membuka permen karet, memakan dan meniupnya. setelah itu yaya tertawa di ikuti wanda dan alika.
Tidak terasa perjalanan mereka telah sampai di persimpangan menuju pondok.
"Zal, titip hamdan yah..??" ujar wanda pada rizal. rizal hanya bergumam dan mengangguk menjawabnya.
"Kayak sama siapa ajaa." ucap rizal.
"Okee! kita duluan." pamitnya wanda.
"Jangan banyak nyusahin." ujar wanda menepuk bahu hamdan dan terkekeh pelan. sedangkan hamdan memutar bola matanya malas sambil bergumam karena candaan wanda.
"Duluan.." ujar yaya sembari melambaikan tangannya. sedangkan alika hanya mengangguk saja sembari tersenyum manis.
Alika orang nya agak pendiam apalagi kalau berhadapan dengan laki-laki, seketika nyali nyaa menciut dan gugup. tetapi bila sudah kenal sangat dekat maka cerewetnya minta ampun, jadi jangan heran kalau alika rada-rada bobrok sewaktu-waktu. hahhaahhaa..
*****
Malam sehabis maghrib waktunya untuk mengaji alkitab, rizal pergi terlebih dahulu sendiri. dia masuk ke ruangan tempat mengaji sendirian matanya melihat pintu pembatas ruangan tempat mengaji laki-laki dan perempuan terbuka sedikit.
Awalnya dia diam saja segera duduk di barisan kedua dari depan seperti biasa, tetapi lama-lama dia penasaran dan mendengar suara riuh para perempuan di ruangan sebelah itu. rizal pun segera bangkit dan berniat mengintip sedikit dari celah pintu itu.
Alika sedang main game "gunting, batu, kertas" dengan wanda dan yang kalah harus di sentil dahinya. sedangkan yaya masih berada di atas sedang siap-siap.
"Gunting, batu, keertass!!" ucap alika dan wanda berbarengan.
"Yeeyy!! aku menang!, yuhuu!! siap-siap yaa al.!" ucap wanda semangat dan tersenyum lebar.
"Jangan kenceng-kenceng wan.." ucap alika memelas sembari memejamkan matanya takut sakit.
Pletaakkk!! "Aww!! sshh.. sakit wan.." alika mengusap dahinya sambil meringis kesakitan. sedangkan wanda tertawa.
Dari arah belakang yaya berjalan pelan di belakang alika, mengangkat telunjuknya di depan bibirnya menyuruh wanda untuk diam, wanda mengangguk dan tersenyum geli. Daaaann...
"Dooorrr!!! " yaya mengagetkan alika.
"Astaghfirullah al'adzim!!!" alika berjengit kaget mengucapkan istighfar sembari memejamkan mata dan mengusap-ngusap dadanya. yaya dan wanda tertawa melihat alika terkaget-kaget.
"Yaya iikhh!! iseng banget sih ngagetin! " ucap alika kesal dengan nafas yang tak beraturan karena masih kaget.
Samar-samar rizal melihatnya, tersenyum geli dan terkekeh pelan melihat alika. rizal masih anteng mengintip sebelum di kagetkan oleh orang yang menepuk bahunya dari belakang dan tak sengaja tangannya menekan pintu kuat.
"Blaaamm!!! " rizal pun kaget dengan pintu yang terbanting keras, matanya melotot melihat zidni yang menepuk bahunya. cepat-cepat rizal berlari keluar sambil menyeret tangan zidni untuk ikut dengannya.
Di tempat perempuan pun sama kagetnya dengan pintu yang tiba-tiba terbanting itu.
"Astaghfirullah.." ucap alika sambil mengusap dadanya. dan yang lainpun sama kagetnya mengucapkan istighfar. yaya cepat-cepat mendekat ke arah pintu dan membukanya tapi tidak menemukan siapa-siapa disana.
"Apa mungkin angin..??" tanya yaya bergumam.
Berbalik badan yaya hanya menggedikan bahunya tidak tahu kala melihat tatapan dari teman-temannya seolah bertanya ada apa padanya.
"Enggak ada apa-apa." ucap yaya.
*****
Ngebosenin yahh guy'ss...??
Maafkeun..??