bc

Cinta Masa Remaja

book_age18+
36
IKUTI
1K
BACA
drama
sweet
like
intro-logo
Uraian

"Alika Naila"

Ini pertama kalinya aku berpacaran dan aku tidak tau harus bagaimana,tapi ini sangat menyenagkan bagiku.

"tok..tok..tok..."

"Deg" aku bertemu tatap dengan nyaa dari celah gorden yang terbuka sedikit dan dia sedang mengulas senyum padaku.

Segera kututup celah yang sedikit terbuka itu,aku merasakan pipiku mulai memanas dan aku menahan senyumku malu malu.

Dia adalah "Muhammad Rizal"

biasa dipanggil rizal.

chap-preview
Pratinjau gratis
1
Hari ini adalah,hari aku berangkat ke pondok pesantren di antar oleh ibuku dan mang Mul,tetangga sekaligus sodara jauh dari keluarga ayahku,aku adalah anak yatim,ayahku meninggal setengah tahun yang lalu,ketika aku sedang latihan,mempersiapkan acara kelulusan Sekolah Dasar (SD),,karena ayahku sakit,terjatuh dari lantai dua ketika sedang bekerja di pembangunan. "Flashback On" Setengah tahun yang lalu... Ayahku sakit sudah sekitar 6bulan,dia hanya berbaring di atas kasur,karena tidak bisa bergerak meskipun hanya berguling menyampingpun tidak bisa,dari pinggang sampai kaki itu sudah mati rasa,tidak bisa di gerakan,yang bisa hanya sebatas perut ke atas,semuanya serba di layani karena tidak bisa apapun. Hari ini adalah,hari terakhir nyaa dia di dunia ini,di hari kamis pagi,saat itu aku tidak pergi ke sekolah untuk latihan,karena sepupuku juga tidak pergi sekolah,dan entah kenapa aku malas untuk pergi ke sekolah,dan ternyata ayahku menutup mata nya hari ini. Aku meraung menangis tersedu-sedu,di pelukan ibuku,dan kakakku yang tertua menenangkanku untuk ikhlas dan jangan menangis. "Hiks..hiks..hiks..." aku menangis. "Sudah,jangan menangis,kita harus ikhlas,ini semua kehendak allah" Suara nyaa bergetar,kakakku menengangkanku meskipun dia juga sedang menahan tangisnya untuk menguatkanku,aku mengangguk samar di pelukan ibuku dan mencoba menahan tangisku. "Yang sabar yaa dee..sabar..hiks.." Ibu mencoba menenangkanku yang ada di pelukan nya dengan mengelus-elus punggungku,ibu juga menangis. Semua kerabatku juga ikut menangis haru,terutama keluarga ayahku,kakek dan nenekku masih ada,ayah dan ibu dari ayahku. Semua sesi pemakaman pun selesai dan lancar. "Flashback Off" Awal nyaa aku ingin bersekolah,dan waktu itu aku sempat bersekolah,hanya setengah semester saja dan keluar dari sekolah,beberapa dari temanku juga ada yang keluar sekolah. Aku mendengar dari kerabat ayahku, ada yang bilang,bahwa ayahku ingin aku ikut mondok saja di pesantren daripada sekolah dan mewanti-wanti,agar aku mondok,mungkin itu sebabnya aku keluar dari sekolah tidak betah,karena wasiat dari ayahku,yang sudah tiada. Dan hari ini aku berangkat ke pondok,aku mengenakan baju panjang,rok panjang,serta memakai kerudung,sesampainya disana,mang mul mengarahkan kami,untuk berkunjung kerumah yang punya pondok tersebut,untuk menitipkanku kepada yang punya pondok,dan mang mul sendiri sedang mondok di pesantren itu,dia adalah yang tertua di sana,ibuku meminta mang mul untuk mengantarkan kami. Disana tempatnya sejuk,di depan halaman pondok ada sungai kecil dan sawah,di sekitar sana pemandangan nyaa sangat indah,karena disini adalah perkampungan dan di pegunungan juga. Melewati rumah dan pondok perempuan yang tidak terlalu besar,namun cukup damai,dan melewati satu ruangan lagi yang entah sedang melakukan apa,disana ada anak laki-laki berjajar,aku tidak terlalu melihatnya karena aku lurus mengikuti mang mul berjalan dan tidak melihat kesamping,kami melewatinya terus melangkah dan masuk kesebuah ruangan,mengucapkan salam,dan duduk di kursi,aku hanya diam mendengarkan apa yang para orang tua bicarakan. Aku melihat di luar dari kaca,ada anak laki-laki yang berbeda-beda usia melewati ruangan ini kebawah sana,dibawah sana ada masjid,di sebelah masjid terdapat ruangan untuk mondok para laki-laki dan di depannya ada kolam ikan. "Ayo..namanya alika yahh..??" Tanya wanita paruh baya,yang biasa dipanggil "eceu" oleh orang-orang,dia adalah pemilik pondok ini dan guru mengaji alqur'an di pondok perempuan. "Iya.." aku menjawab sembari mengangguk pelan,masuk kesebuah ruangan yang ada anak laki-laki berjajar tadi,ternyata itu adalah tempat mengaji alkitab anak laki-laki. "Sebentar yah,kita panggil Tini dulu.Tinii..." panggilnya sedikit berteriak. "Semoga kamu betah yah tinggal disini." ucap nya lagi, tini pun datang. "Tini,ajak alika yah masuk kedalam." "Iya ceu,,ayo tehh." ajak nya padaku,tini adalah sepupu dari ayahku,meski umurnya lebih tua dariku tapi karena ayahku anak tertua dan ibunya adalah adik ayahku jadi dia memanggilku teteh. "Yuk masuk,salaman dulu yah sama yang lain,sama kenalan dulu sama mereka." aku menjawab hanya dengan bergumam dan mengangguk. kami masuk ruangan dimana tempat mondok para perempuan. "Temen-temen,kita kedatangan teman baru,kenalin namanya teh alika sepupu aku." kata tini memperkenalkanku pada yang lain,kami pun bersalaman saling menyebutkan nama masing-masing. "Aku anis,semoga betah yahh disini." aku menjawab dengan namaku dan mengangguk. "Tiaa..Liaa..Nanii.." semuanya saling memperkenalkan diri sambil bersalaman dan kujawab dengan namaku. disini juga ada sepupu dari ibuku namanya Via, ada juga teman sekelasku Nana dan Sofi. Semoga kalian suka dengan ceritaku ini..dan tunggu part selanjutnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook