Kedua mata tajam Alvino menatap luasnya Ibu Kota dari lantai tiga puluh yang berada dalam gedung Bagaskara Group prusahaan yang diberikan ayahnya tiga tahun lalu.Sudah tiga tahun ia hidup tanpa didampingi oleh Ana, wanita yang hingga kini memenuhi isi hatinya. Bukannya ia tak berusaha untuk mencari keberadaan Ana, namun pikiran berkata untuk apa mencarinya jika Ana sendiri yang pergi meninggalkannya?! Ia menghela nafas dengan berat. Hidupnya memang tidak nyambung. Dulu ia bercita-cita ingin menjadi seorang pengacara, namun karena emosi selalu di bully gendut jadi terobsesi ingin menjadi seorang model tertampan dan kini berakhir menjadi seorang CEO. "Ini data-data yang bapak minta!" Seorang wanita dengan pakaian formal dan wajah yang natural menyimpan berkas pada meja Alvino. Lelaki i

