Berhenti lebih baik daripada terus berharap "Lepasin b******k!" Ana terus saja meronta melepas cekalan Dirga yang begitu keras. Pria yang bisa dibilang tampan itu membawanya ke sebuah gedung apartment elite.Hingga mereka tiba di lantai lima belas. Lagi-lagi Dirga menyeret Ana dengan paksa. Alarm bahaya berbunyi di kepala Ana ketika melihat Dirga yang membuka pintu apartment. "Lepasin sialan!" Pekik Ana. "Diam! Gue punya sesuatu buat lo!" Perlahan Dirga membuka pintu kamar.Ana yang baru saja akan menggigit tangan Dirga terhenti. Entah mengapa ia tertarik dengan apa yang ada di hadapannya. "Kejutan ..." ucap Dirga dengan suara yang dibuat-buat. Tak lupa kamera yang ia pegang entah sejak kapan. Nafas Ana tercekat merasa tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Kakinya tiba-t

