[1.9] Sorry

952 Kata

Kita bersama tanpa adanya cinta tulus dari dirimu. Sedangkan aku(?) Hanya bisa bersabar menanti rasa cinta itu hadir dalam hatimu -Anatasya Buditama   Rasa perih begitu menjalar di pipi kanannya. Ia tertunduk merasa bersalah. Wanita paruh baya di hadapannya menatap Alvino dengan murka.Alvino lebih memilih kembali ke rumahnya dan menunggu Ana pulang. Namun siapa sangka, di rumahnya sudah ada Adera, Aisyah dan Rio dengan Adinda yang menangis sesegukan.Ia tentu marah besar karena telah membuat Adinda menangis. Namun sebelum ia melawan, Adera lebih dulu menampar dirinya sekuat tenaga. "Kamu tega ... menduakan anak saya!" Ucap Adera dengan nada seraknya menahan isakan. Alvino tertunduk dalam. "Maaf Bunda!" "Bisa jelaskan mengapa dia hamil anak kamu?!" Tanya Rio yang melipat Kedua tanganny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN