[2.3] Brother

1008 Kata

"Alvi ... dedek bayinya gerak!" Sahut Ana antusias sebelah telapak kanannya berada di atas perut buncitnya.Alvino yang tengah menonton tv mengalihkan pandangannya pada perut Ana. Dengan ragu ia meraba perut yang di dalamnya ada calon anaknya. Ia tersenyum setelah merasakan pergerakan. "Hmm ...!" "Anak kita laki-laki atau cewek ya?!" Gumam Ana. "Besar kemungkinan laki-laki!" Ana hanya terdiam dan tersenyum. Telapak tangannya kini sudah di genggam oleh tangan Alvino dengan erat. Ia merebahkan kepalanya pada bahu Alvino. "Gak kerasa ya, udah enam bulan kita nikah!" Alvino mengangguk mengiyakan. "Padahal kita nikah atas dasar paksaan! Tapi ... " "Tapi apa?" "Paksaan itu telah kita terima dengan suka cita dan berakhir dengan kebahagiaan!" Sambung Ana. Wanita itu mendongak menatap Alvino

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN