Alvino mendelik kesal melihat Regan yang menertawakannya tanpa henti. Dan hal yang membuat Regan tertawa adalah karena ... "Kepala lo beranak!" Kepalanya yang benjol karena ulah Ana yang melempar sendok pada keningnya. Beberapa hari setelah acara pertengkaran, ia pergi ke rumah Regan seperti biasa untuk berkeluh kesah. "Berisik lo!" "Jadi ini alasan lo gak mau berangkat ke kantor?" Alvino mencebik. "Ya kali gue ke kantor dengan kondisi yang mengenaskan seperti sekarang?! Malu lah" Regan semakin tergelak mendengar penuturan sahabatnya itu. "Aduh, Vino ... Vino!" "Ck. Berisik lo ah!" "Ke gap ciuman sama Ana sampai dapet dua penghargaan? Satu di sudut bibir dan satunya lagi beranak!" Buk Alvino melempar Regan dengan berkas yang ia pegang sedari tadi. Mereka kini tengah berada di rua

