"Kenapa mereka gak menderita?!" Pekik seorang wanita yang kini tengah menyandarkan tubuhnya di kursi sofa yang ada di rumahnya. "Cinta mereka itu terlalu kuat kak, kita harus membalasnya dengan kekuatan yang lebih besar dar-" Buk Gadis itu meringis ketika mendapatkan lemparan bantal sofa dari kakaknya. "Lo pikir apaan pakek bahasa kekuatan segala?!" "Bwehehe ... kan peumpamaannya. Tapi nih ya kak, kisah cinta mereka itu gak kayak dunia sinetron loh! Jadi jangan pakai rencana murahn kayak kema-" Buk Lagi-lagi ia dilempari bantal sofa oleh kakaknya. "Lo ngatain rencana gue murahan, gue gorok lo ya!" Ancamnya. Gadis itu berdecak. "Nih, rencana Ara kali ini bakalan berhasil!" Kedua orang tersebut adalah Ara dan Aurel. Mereka berdua belum puas dengan dendam mereka terlebih ketika meli

