Alvino mengumpat untuk yang sekian kalinya. Matanya menatap tajam sosok wanita yang sangat ia kenali tengah berjalan masuk ke dalam sebuah supermarket. Karena rasa rindu yang tak bisa ia tampung, ia berniat pergi ke rumah Ana, namun belum sampai ia di depan rumah dirinya melihat Ana memasuki sebuah mobil. Dengan rasa penasaran akhirnya ia mengikutinya. Dan orang yang bersama Ana ternyata adalah Ega. "Ego ... Siapa sih si Ego minta di bantai sumpah!" Geram Alvino. Rasanya ia ... cemburu. Ia mendesah panjang lalu melajukan mobilnya menuju gedung penghasil uangnya.Tiba di ruangannya, sekertarisnya langsung masuk dan menyebutkan kalimat-kalimat yang sangat memusingkan baginya. Terlebih tanpa ada tanda baca dari ucapannya. "Sudah ... sudah sana pergi! Makin pusing aku denger omelan kamu

