Daddy And Son

2168 Kata

"Morning, boy." Sapa Sean yang sudah berada di meja makan. Troy tidak langsung memberi respon, ia justru melirik kearah Miracle lalu baru merespon dengan nada dinginnya. "Morning." Duduk di salah satu kursi meja makan.   Tentu, sikap Troy membuat Sean kecewa. Ia menurunkan pandangannya lalu menarik napas dan dihembuskan pelan sambil menengok kearah Miracle yang memberikan senyum semangat untuknya. Dengan acuhnya, bocah laki-laki itu menyantap sarapan seakan tidak terjadi apa-apa. Sementara Miracle dan Sean hanya bisa saling memandang melihat sikap Troy pagi ini yang sedingin es. Tidak biasanya Troy bersikap seperti ini. "Kamu mau kita berangkat bersama?" Sean berusaha mencairkan suasana. "No, thanks." Jawab Troy singkat bahkan sama sekali tidak melihat wajah Sean. Mungkin karena ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN