"Masih pedes?" tanya Rani sambil mengaduk air es bercampur sirup di dalam gelas untuk Damian yang sedang mengipasi wajahnya yang memerah karna kepedasan. "Banget!" serunya hampir meneteskan air mata. "Kamu kasih berapa tadi cabenya?" "Satu kok," sahut Rani menyodorkan air sirup untuk Damian dan lelaki itu langsung meneguknya hingga tersisa setengah. "Kamu dendam ya sama aku," gerutunya dengan bibir masih mendesis, karna rasa terbakar dan panas di seluruh bagian mulut dan kerongkongannya. "Kalau aku dendam sama kamu, ngapain aku masukan satu cabe? Harusnya kumasukin sepuluh cabe sekalian," gerutu Rani. "Sadis!" "Habisnya kamu selalu nuduh aku yang bukan-bukan," sinis Rani sambil kembali menikmati mie instan kuahnya dengan bibir mengerucut. Sedangkan Damian masih sibuk

