Pertengkaran mereka terhenti dan saling baikan satu sama lain, Zoe pun merasa luluh akan permintaan maaf Jeno kepadanya dan berkata, “Maafkan aku juga Jeno tidak sebaiknya aku merespon berlebihan dan melanjutkan perdebatan itu, aku tidak akan bahas ini lagi Jeno.” Lalu Jeno memutar otak untuk mengalihkan topik pembicaraan ini.
“Baiklah kita akan membicarakan hal lebih ringan, mungkin kamu menyukai sticker emoticon? Aku menyukai mereka mungkin kamu mau?” tawar Jeno yang berusaha mencairkan suasana.
“Kamu memiliki sticker itu? Ya, tentu saja aku mau, aku juga menyukai mereka Jeno!” teriak senang Zoe yang tersenyum kembali dan terlihat wajah yang sumringah.
“Besok aku akan bawa banyak dan kita bisa bagikan juga ke Elysian!”
“Kamu benar Zoey, mungkin Elysian akan menyukainya terlebih dia suka banyak hal yang berbau hal-hal lucu seperti itu.”
“Otak Elysian dipenuhi rasa penasaran berlebihan sehingga kita lebih mudah membagikan atau adaptasi dengannya.”
“Kita berteman baik dengannya itu sudah cukup, banyak kenangan yang hebat gak sih?”
“Tentu saja Zoey, mengingat lagi masa berkenalan dengan kalian tampaknya tidak seindah yang kita bayangkan ya?”
“Kamu benar, baik kita coba mengingat perkenalan pertama kita.”
Dibalik pintu kamar selepas Elysian berganti pakaian dia menguping terlalu banyak percakapan mereka dia sangat terharu dan senang mereka bisa berdamai dengan cepat dan tidak berubah. Elysian yang tadinya tampak lelah dengan perdebatan yang sama sekali tidak bermanfaat dari mereka mulai tenang, memang jika manusia mengusik hal yang dia sukai maupun selera pasti akan tampak serius maka dari itu Elysian harus paham dengan perasaan mereka berdua, mereka terlihat akur termasuk kebahagiaan seorang Elysian. Namun, Elysian masih menguping dan tidak masuk kedalam kamarnya karena ingin melihat sisi manis mereka berdua.
“Kita mungkin bisa flashback tentang kita ke belakang Zoey, pertama kali yang aku kenal siapa ya aku lupa.”
“Bukankah Elysian?”
“Benarkah a-“ Joey mencoba mengingat memori masa lalunya.
“Ayo ingat lagi Jeno!”
“Ok baik aku ingat sekarang, pertama aku mengenal wanita tomboy yang seenaknya sama orang, kamu tahu Elysian selalu tampak cuek dan judes kepada orang baru, dia tampak beda dibandingkan sekarang bukan? Pengalaman buruk bertemu Elysian yang berumur 17 tahun,” jawab Jeno.
“Dia mengerikan bukan? Itu juga kesanku yang pertama, meskipun dia terlihat seperti itu dia masih sama banyak yang menyukai nya dan masih populer bedanya dulu dia masih sedikit yang berani mendekatinya, tetap saja aku menyukai Elysian!”
“Aku tadinya tidak mau mengenalnya karena aku tidak peduli dan dia tampak tidak mau mengenali ku dan dulu aku juga masih populer jadi aku tidak mau berurusan dengan orang yang secuek itu padaku meskipun dia cantik.”
“Benar juga kamu selalu seperti itu pada wanita, kamu terlihat tampak tak ramah sedikit pun pada mereka semua.”
“Itu untuk menjaga diri Zoey dari virus-virus wanita, aku hanya tidak suka wajah polos mereka berbeda dengan hati mereka.”
“Tetapi anehnya kamu berteman baik dengan kami seorang wanita yang kamu bilang virus ya,” ucap Zoe dengan menatap mata Jeno dengan wajah yang aneh.
“Haha maafkan aku!” gelak tawa Jeno terdengar sangat keras, Jeno pun melihat ke atas dan berkata “Saat aku ada di cafe yang biasa kami kunjungi aku sendirian karena tempat teraman hanya di sana untuk bersembunyi dari wanita-wanita yang mengejarku sepulang kuliah, lalu kebetulan aku tidak sengaja duduk di tempatnya Elysian yang sedang membaca buku dan perasaan dia sama seperti sekarang tidak berubah dan aku tidak sadar saat itu aku duduk tetapi mataku ke arah luar sembari aku membungkuk saat aku duduk dengan benar, Elysian menatap ku dengan tatapan aneh seperti “aduh menjijikan siapa dia,” tatapan seperti itu Zoey! Itu membuat aku memberanikan diri meminta maaf dan lalu setelah itu aku bisa berbicara banyak dengan Elysian dan saat itu aku bersama dia terus tetapi banyak gosip yang bilang kita pacaran, dengan gosip itu beruntungnya Joana tidak mengganggu ku dan cewek lain juga sama, Namun saat bertemu kamu semuanya kembali normal Zoey dan kamu teman kedua setelah Elysian yang aku akui bisa aku terima dengan baik,” ungkap Jeno.
“Haha benarkah? Aku memang wanita yang bisa memulihkan dalam setiap kondisi," Wajah Jeno berubah menjadi wajah yang muak dan malas mendengar Zoe, lalu Zoe yang melihat itu berkata, "Tidak Jeno aku bercanda jangan berwajah malas seperti itu,” Jeno bermuka malas dan cemberut membuat dia gampang di roasting.
“Ok Jeno aku pertama bertemu Elysian, dulu saat itu aku sedang banyak masalah aku lupa masalahnya karena aku mudah melupakan masalah yang telah selesai, saat itu Elysian wanita yang aku takuti untuk bertemu tetapi anehnya dia secara tidak langsung memberiku minuman, dia tiba-tiba berkata, “Apapun masalahmu aku yakin kamu dapat mengembalikan itu seperti semula dalam keadaan baik, kamu sosok yang kuat dan kamu bisa memutar semangatmu kembali!” Aku bahkan tidak mengenal dia Namun, kata itu sangat hangat didengar saat itu, aku menceritakan masalahku dan Elysian bersedia membantuku sampai aku tenang dan semua selesai, itu membuatku memiliki sahabat seperti dia meskipun terkadang dia terlihat kaku dan dia sangat dewasa. Namun, dia memiliki banyak sisi yang tidak kita ketahui Jeno, itu bagian menarik dari dirinya,” ungkap Zoe terhadap pandangannya mengenai Elysian.
“Kamu benar sih, aku kenal kamu saat Elysian mengenalkannya kepadaku pada saat itu kita sama-sama menjadi teman hangatnya Elysian, akhirnya seperti sekarang kita selalu bersama.”
“Elysian emang terbaik!”
Saat mereka menceritakan masa lalu dan tiba-tiba Elysian masuk ke kamar seolah dia tidak tahu apa-apa dengan apa yang dia dengar.
“Hai semua, kalian sudah baikan?” tanya Elysian dengan wajah yang seperti tidak tahu apa-apa padahal dia dari awal sudah menguping mereka yang membicarakan tentang masa lalu mereka.
“Sudah kok Elysian kita cepat berdamai.”
“Baik ayo kita ke toko buku Trouvaille.”
“Ok Elysian!” teriak semangat Zoe dan Jeno.
Saat mereka berdiri dan Jeno seketika melihat foto yang ditempel didinding kamar Elysian, dengan cepat menarik tangan Elysian.
“Ada apa Jeno?” tanya Elysian yang terkejut tangannya di tarik oleh Jeno.
“Lihat Elysian, apakah dia yang tadi kau ceritakan?”
“Benar itu dia, cantik bukan wanita ini?”
“Aku seperti melihat dirimu padanya, warna mata yang indah rambut cokelat berkilau lalu wajah cuek itu menandakan Elysian yang pernah aku temukan pada Elysian yang berumur 17 tahun, jika wajah kamu sangat serius maka kamu akan sangat mirip dengan wanita ini.”
“Kamu benar Jeno, wanita ini sangatlah cantik dan menawan seperti Elysian aku yakin dia ibumu.”
“Kenapa hanya wanita ini, kemana ayahmu ya Elysian.”
“Aku tidak tahu tapi di belakang ada tulisan, coba kalian lihat.”
Jeno dan Zoe melihat tulisan dibelakang foto wanita itu dengan tulisan yang isinya “C.L Queen?”
“Ratu CL? Siapa dia? Pertama kali dengar mungkin ratu bangsawan yang mirip Elysian lalu sama neneknya disimpan.”
“Mungkin saja begitu ya, tetapi hawa bahwa wanita ini ibu Elysian sangat membuatku yakin banget.”
“Benar sih Zoey tetapi mana ada zaman sekarang ada didunia kerajaan kan tidak mungkin.”
“Ayo kita ke bawah tidak mau kan kalian ketinggalan barang diskon ditoko?”
“Ah kau benar kita harus cepat!”
Mereka berdua turun ke bawah menuju pintu tetapi Elysian ambil vas dan memberikan bunga itu kepada Zoe dan memberikan juga kaktus yang dia punya ke Jeno.
“Kamu punya kaktus? Ini indah banget Elysian, terima kasih!”
“Terima kasih Elysian!”
“Iya sama-sama, ayo kita pergi!”
***
Mereka semua pun pergi ke toko buku Trouvaille dan mulai mencari buku yang mereka inginkan, dengan percaya diri Jeno berkata, “Jika kalian cari aku seperti biasa ada di lantai 2 aku ingin cari Lacia.” Setelah mengatakan itu Jeno pun pergi meninggalkan mereka berdua dan naik ke atas tangga lantai 2.
“Siapa Lacia?” tanya Zoe yang baru tahu nama itu.
“Oh iya Zoey baru tahu nama itu ya, Jadi Lacia itu nama kelinci lucu yang aku pernah ikuti sewaktu kita yang sebelum menemukan toko buku ini.”
“Oh nama yang bagus kelinci itu.”
“Aku mau duduk di pojok sana aja Zoey, aku tidak mau beli buku yang kemarin belum aku baca semua hanya saja aku mau baca-baca sedikit saja mengenai perkembangan teknologi.”
“Baiklah aku akan cari komik lagi, aku pergi!"
“Iya.”
Sampai di sana mereka terpisah dan seperti biasa Jeno selalu pergi ke lantai 2 dan Elysian membaca buku di pojok aula. Namun, ketika Elysian asik membaca tiba-tiba tuan Horesa duduk di sampingnya menikmati keramaian toko itu, Elysian yang menyadarinya langsung menghentikan aktivitas membacanya dan mulai tersenyum pada tuan Horesa.
“Hai Tuan Horesa, senang bertemu denganmu!” sapa Elysian.
“Hai juga Elysian, aku yakin hari ini kamu menyukai tempat ini lebih dari biasanya, Aku lihat kamu sangat tenang dalam membaca buku meski pun di sini sangat berisik.”
“Aku selalu fokus membaca meski pun disekitarku sangatlah berisik, karena tergantung apa yang aku baca Tuan.”