BAB 8 : LANTAI 2

1500 Kata
Pertemuan kembali mereka berdua di antara Elysian dan tuan Horesa yang membuat Elysian nyaman berada di sekitar toko buku yang di jaga oleh tuan Horesa langsung, duduk bersama dengan tuan Horesa sembari melihat keadaan ramai pengunjung semakin jelas kehangatan mereka berdua di toko buku Trouvaille yang menyejukkan mata, dan Elysian pun kepikiran untuk bertanya kepada tuan Horesa, “Oh iya Tuan aku mau bertanya sesuatu,” Dan tuan Horesa pun memandang Elysian dengan serius. “Mengenai apa Elysian?” tanya Tuan Horesa. “Jadi begini Tuan, siapa wanita yang berada dilantai atas itu?” “Kamu sering ke lantai atas Elysian, jarang pengunjung pergi ke sana karena di sana tidak terlalu banyak buku juga.” “Tidak bukan aku, hanya saja Jeno pernah ke sana dan ingin tahu siapa wanita yang pernah dia lihat disana.” “Kamu penasaran ya Elysian, aku yakin nanti juga kamu akan tahu sesuatu, jadi ayo kamu cari tahu di atas sana ada apa dan siapa wanita itu.” “T-tapi kenapa tidak ingin memberitahukan aku langsung Tuan?” ucap Elysian tergagap. “Wanita itu tidak pernah menampakkan diri kepada orang asing, kecuali orang itu ada sebuah keter-ikatan dan ingin menunjukkan diri dia sendiri,” terang tuan Horesa. “Lalu kalau begitu siapa namanya?” tanya Elysian yang matanya penuh dengan bunga penasaran. “Aku yakin kamu pasti menemukan sesuatu di atas sana, Elysian.” “Baiklah, Tuan akan aku cari tahu sendiri jika Tuan tidak mau memberitahukan aku, maka aku akan ke lantai atas Tuan,” Elysian sama sekali tidak di berikan petunjuk apa pun mengenai wanita itu. Dan dia pun mengikuti perintah dari tuan Horesa untuk memastikan sendiri di lantai 2 tentang wanita itu. “Semoga beruntung Elysian!” teriak semangat tuan Horesa dan Elysian pun tersenyum lembut. Saat di kasih semangat untuk menemukan apa yang di cari Elysian, meski pun tidak dikasih tahu langsung oleh tuan Horesa, Elysian dengan rasa penasaran nya pergi lari ke lantai 2 sembari mencari Jeno juga, saat dilantai 2 tiap langkah berdecit langkah demi langkah selalu saja membuat Elysian merinding, dan Elysian merasa seperti diawasi oleh kedua mata. Setiap Elysian melihat ke arah tersebut pasti tidak ada siapa-siapa, secara tidak sengaja Elysian menemukan kelinci putih itu dilantai 2 dan mengikutinya lagi dan di saat mengikuti itu Elysian melihat kelinci berubah wujud menjadi seorang gadis manis dan cantik yang sangat enak dilihat mata. Menggunakan anting daun semanggi berwarna biru dengan jepitan rambut permata bentuk bunga berwarna biru persis dengan warna mata yang sama dan memakai gaun perpaduan putih dan nuansa biru yang cantik dan rambut lurus sedikit bergelombang berwarna putih, dengan memancarkan keanggunan wanita itu menampilkan sesuatu hal yang tidak biasa namun enak dilihat kemegahan di setiap tatanan dari atas sampai bawah. *** Saat bersamaan Jeno yang berjalan dengan tenang mencari wanita yang dia incar seketika di lantai tiba-tiba terbuka sendiri dan membuat Jeno terperangkap di bawah tanah yang tersungkur ke bawah tidak bisa merangkak naik karena tekanan tanah yang menjulang tinggi menghalangi dia naik ke atas, lalu Jeno kebingungan mencari supaya dia naik ke atas sana. Wanita yang di belakang Jeno dan memutar tubuhnya sampai di depan Jeno pun langsung seketika berkata, “Kau tidak apa-apa?”, Karena muncul tiba-tiba seketika membuat Jeno terkejut dan kesal secara bersamaan. Wanita itu memakai outfit cantik bak wanita kerajaan, saat Jeno melihat ke belakang tiba-tiba matanya ditutupi kain putih dan tak nampak apa pun, dan Jeno pun mencoba melepaskan ikatan kain itu tetapi tak bisa. “Tak usah bersikukuh membuka kain itu dengar saja kata-kataku ini dan ada sedikit pertanyaan dan jawab jujur kalau tidak kau taakan selamat keluar dari sini,” tegas wanita itu yang mengancam Jeno dengan kata-katanya. “A-ah baik-baik” ucap tergagap Jeno yang berubah suasananya menjadi sedikit merinding. *** Di sisi lain kelinci putih bernama Lacia Inova yang menggunakan pita yang manis mulai merubah dirinya dari kaki lalu sampai ke atas kepala dengan balutan cahaya putih dan berkilau, perubahan yang menjadi seorang wanita dengan penampilan yang cantik. Namun, tampak jelas raut wajah dan aura baik nan berkharisma tinggi dengan banyak cahaya yang sangat indah dengan warna biru yang menyatu pada kulit dengan anting daun semanggi berwarna biru menunjukkan aura hangat dan elegan, menatap tajam kepada mata Elysian dengan warna mata biru laut dan wajah yang sangat putih dan sekumpulan kilauan menambah kecantikan wanita ini. Membuat Elysian terpanah dan jatuh cinta dengan pesona keelokan rupawan wanita ini. “Hai Nona Elysian Bellanca, apa kabar?” ucap wanita ini dengan senyuman manis dan penuh pesona bahagia. “K-kenapa kamu tahu namaku? S-siapa k-kamu” ucap Elysian tergagap dan badannya tampak kaku seperti merasakan tekanan yang amat dalam, tak pernah dia menemukan suasana dengan cengkraman hebat ini, pesona wanita ini sangat kuat sehingga ada rasa takut sedikit di bagian diri Elysian. “Aku tidak yakin kamu tidak tahu aku, aku seseorang yang selalu kamu cari Elysian, namaku adalah Lacia Inova si kelinci putih berpita manis itu,” Lacia langsung tersenyum namun senyuman itu tidak membuat Elysian yakin padanya dan membuat Elysian terkejut seakan tak percaya dengan semua ini. “T-tidak mungkin kenapa hewan bisa berubah jadi manusia maksudnya manusia berubah jadi hewan, aku bingung kenapa bisa begitu apakah kamu jelmaan iblis? Atau kamu memiliki ilmu hitam? Apa yang kamu inginkan dariku!” Elysian pun mulai panik dengan suara yang tergagap berkat itu membuat Lacia tertawa kecil. “Tenang Elysian tenang, ah kamu ini tidak tahu apa pun ya ternyata bahkan kamu tidak tahu siapa dirimu yang sesungguhnya. Aku adalah makhluk sebangsa bangsawan kerajaan yang memiliki ilmu sihir dan kediamanku disebut Negeri Supernova ya memang kamu pasti terkejut itu sangat wajar karena kita berbeda dimensi maupun berbeda naungan alam, aku bukan orang jahat yang ada di pikiranmu jadi jangan takut kepadaku Elysian.” “Lalu mau apa kamu ke bumi, Kamu mau menghisap nyawaku?” “Tugasku menjemput kamu dan menegakkan kebenaran ini,” terang Lacia. “Kebenaran soal apa?” tanya Elysian penasaran dengan yang di ucapkan Lacia. “Aku yakin kamu tidak memikirkan ini tetapi aku mau bertanya padamu wahai Elysian, siapa dan di mana orangtua mu?” tanya Lacia dengan serius, dan membuat Elysian tersentak lalu melamun dan tidak bisa berkata apa-apa setelahnya dia mulai menyadari sesuatu. “Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang mereka? Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Elysian dengan berpikir semua kemungkinan yang ada. “Jawab saja Elysian, kenapa kamu sangat tidak percaya padaku.” “Kamu bertanya perihal keluargaku saat aku tidak mengenalmu dan apa yang kau harapkan, Aku akan percaya padamu?” teriak Elysian dengan amat serius sehingga matanya seperti bilah pedang yang bisa menusuk orang kapan saja. “Baik-baik, aku paham kalau kamu takut aku jahat kan?” tanya Lacia dengan wajah yang tenang dan memahami situasi yang di rasakan oleh Elysian. “Tentu saja, a-aku punya kenalan polisi m-mau aku laporkan?” Elysian terlihat gugup dan tergagap lagi. “Laporkan saja, aku bukan manusia jadi bisa aku manipulasi segala hal yang berada di sini,” ucap Lacia dengan wajah tersenyum miring sebelah kanan seolah tidak ada yang bisa mengalahkannya mau bagaimana pun Elysian mengancam nya. “Jadi apa maumu?” tanya Elysian dengan ekspresi kesal. “Jawab saja, banyak hal yang kamu anggap biasa saja sebetulnya menyimpan berbagai misteri tetapi kamu sendiri yang tidak mau mencarinya Elysian.” “Aku tidak mau jawab, dan itu juga bukan urusanmu!” “Jika aku bisa menjawab satu hal tentangmu apakah kamu akan jawab hal itu, padahal pertanyaan ku sangat sederhana karena dari sana aku bisa menceritakan sesuatu yang menarik tentangmu.” “Satu hal tentang ku?” “Tentu saja itu kesepakatan yang bagus bukan?” “Baik, ungkap satu hal itu maka aku akan menjawabnya, aku juga sedikit penasaran mengenai cerita apa yang di maksud menarik menurutmu, Coba jawab apa phobia yang aku miliki?” “Ah sebenarnya itu mudah, di dunia ini sangat dilarang menggunakan sihir dengan presentasi melebihi 20% itu sudah maksimal selama sehari, saat ini aku hanya bisa menggunakan per-10% kekuatanku, ini menyebalkan sekali.” “Menyerah saja, jika bukan karena sihir kamu ternyata lemah Lacia.” “Menyerah katamu? Itu bukan Lacia Inova, Seorang Lacia tidak akan mau menyerah dan itu benar karena aku terlahir memiliki sihir maka kenapa juga aku tidak menggunakannya dengan benar, ok baik aku ungkap ya.” “Baik, terserah saja!” tegas Elysian. “Coba lihat garis tanganmu,” ucap Lacia sembari melihat tangan Elysian. “Emang ada apa di-“ ucapan Elysian terpotong karena tangannya tiba-tiba di raih oleh Lacia, Elysian juga berteriak karena tiba-tiba di tangannya ada tulisan acrophobia dan sekejap tulisan itu menghilang. “Acrophobia, takut akan ketinggian kenapa aneh phobiamu Elysian, Terjun dari ketinggian itu sangat menarik loh." Elysian menatap Lacia dengan tatapan terkejut dan ketakutan melihat apa yang tengah terjadi akan dirinya. “Aku lupa kamu bukan manusia, aku juga tidak biasa akan semua hal ini.” “Sudah mulai percaya? Dan harusnya kamu juga percaya bahwa aku akan melindungimu.” “Kenapa kamu ingin melindungiku, Melindungi aku dari apa?” tanya Elysian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN