BAB 3 : POPULER

1500 Kata
Ketika mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu beberapa langkah mereka berjalan keluar pintu sekejap pandangan mata berubah menjadi jalan raya yang tentu saja mereka tahu tempatnya. Dan ketika mereka melihat ke belakang tempat itu sudah menghilang. “Lah kok bisa ke sini sih?” tanya Jeno. “Kok kita sudah sampai di jalan ini,” ucap Elysian. “Tuhkan tempat itu ada yang aneh,” ucap Zoe. “Positif thinking aja Jeno dan Zoey, sekarang lebih baik kita pulang saja mungkin kita udah lelah, apakah karena besok kita ada ujian jadi otak kita masih ada syoknya, tetapi ini sama sekali tidak masuk akal kalau pakai nalar!” ucap Elysian. “Kamu benar Elysian, ah sudah jam segini waktu yang sama ketika kita keluar dari toko buku itu artinya kita tidak bermimpi, jadi aku pergi dulu ya!” ucap Jeno. “Ok sampai jumpa Jeno!” “Bye Elysian, bye Zoe!” Mereka bertiga pulang dengan arah yang berbeda Jeno ke arah kanan. Namun, Elysian dan Zoe ke arah kiri mereka pergi sembari melambaikan tangannya. Mereka bersiap untuk ujian akhir besok yang diadakan selama seminggu penuh, ujian lisan dan tertulis dengan kemampuan mereka bersiap-siap untuk lanjut belajar. Mereka bertiga sangat ambis terutama persaingan antara Elysian dan Zoe tanpa pandang bulu mereka harus lebih baik dari lawannya. Saling menyerang dengan kerajinan, dedikasi, pengujian dan lainnya itulah mereka berdua. Karena satu fakultas jadi temponya sama dan apa yang mereka berdua targetkan juga sama, beda dengan Jeno yang berbeda fakultasnya dengan mereka. Elysian dan Zoe ambil Facoltà di Scienze della Comunicazione (Fakultas Ilmu Komunikasi) sedangkan Jeno mengambil fakultas Facoltà di Ingegneria (Fakultas Teknik) di Sapienza University of Rome. Biasanya mahasiswa di sana selalu explore sendiri semuanya serba sendiri kalau mengedepankan nilai, itulah yang membuat Elysian dan Zoe cara belajarnya dengan bersaing sehingga bisa belajar satu sama lain jika sama-sama ada kesalahan juga dari masing-masing mereka. Sering mengevaluasi juga dapat membuat pemahaman baru dari setiap mata kuliah. *** Secangkir kopi teman di pagi hari asupan kafein sudah tersedia secara alami tetapi agar pagi bisa berwarna dengan aroma khasnya, sereal yang ada di mulut masih dalam tahap pengunyahan perlahan sembari melihat televisi. Telepon berdering, mengganggu pagi yang menyenangkan dengan sarapan sederhana dibalut kopi dan sereal. Nama penelepon adalah Zoe. “Hai—“ “Elysian!” “A-apa? Ada apa?” “Nilaiku turun!” “Apa? Apakah nilai sudah tersedia di web?” “Tentu saja! Cepat periksa nilaimu!” “Ah—“ “Dah ya! Kabari aku berapa nilaimu Elysian!” “Baik Zoey!” Mendadak ponsel mati, Zoey mematikan teleponnya ternyata hanya mengabari tentang itu saja. Elysian langsung memeriksa nilainya dan cukup mengesankan membuat Elysian tersenyum puas, nilai sempurna yang didapatkan sudah pasti membuat Zoey kalah telak. Persaingan nilai semester sekarang dimenangkan Elysian tentunya, setiap kali nilai disebarkan pastilah mereka berdua memeriksa sama-sama nilai yang didapatkan, tetapi tidak membuat mereka saling iri hanya membuat mereka menambahkan semangat untuk mengejar lagi. Saat di kelas Elysian baru saja membuka pintu kelas sudah di hampiri Zoe dengan terbirit-b***t Zoe memeluk Elysian. “Ah kamu kenapa?” teriak Elysian, terkejut sekali dia memeluk dengan erat. “Berapa nilaimu?” tanya Zoe, dua kali terkejut Elysian karena pertanyaannya sudah menyangkut nilai. “Kenapa tidak ditelepon saja Zoey,” Elysian tertawa kecil. “Tidak mau! Aku ingin bertemu supaya kita bisa mengoreksi bersama!” “Baiklah Zoey aku mengerti, kali ini aku cukup puas dengan nilaiku.” “Sudah kuduga!“ “Lalu bagaimana nilai kamu Zoey?” “Ah sangat tidak memuaskan, kali ini aku harus bisa mengejarmu!” “Jangan begitu, kita pelajari kembali apa yang telah kau lewatkan ya!” “Baiklah, terima kasih Elysianku!” “Lalu bagaimana nilai Jeno?” “Kata temanku yang juga sekelas dengannya, nilai dia lumayan sih.” “Oh begitu, lalu sekarang Jeno dimana ya Zoey?” “Tadi kata temanku dia keluar gitu entah kemana, karena kelas dia pada saat ini jam istirahat sih.” Tiba-tiba diarah belakang ada yang merangkul tubuh Elysian dan Zoe. “Hei!” sapa seseorang yang di belakang Zoe dan Elysian, Zoe dan Elysian pun terkejut ketika memecah keseriusan dibalut dengan kehadiran seseorang. “Ah Jeno!” teriak Elysian sembari melihat ke belakang ke arah wajah Jeno. Zoe pun ikut memalingkan wajah ke arah Jeno. “Jeno, Kamu harus dihukum!” “Eh kenapa, Nilaiku baik-baik saja loh ada peningkatan dari sebelumnya.” “Benarkah, Semester kemarin bagaimana?” “Masih kurang paham sih tetapi nilaiku cukuplah.” “Cukup bagus dibandingkan sebelumnya adalah peningkatan ya, tetap bertahan untuk meningkatkan ya!” “Baiklah Elysian dan Zoe.” “Ok bye kalian aku harus pergi lagi, saat kelas telah usai temui aku di kantin ya aku sedang mood pengen waffle.” “Ok, lalu sekarang kamu mau kemana Jeno?” “Aku mau ke perpustakaan, sekalian bersembunyi jam-jam sekarang sangat rawan, kalian tahulah apa yang terjadi kepadaku.” “Ah—paparazzi!” “Baiklah bye Jeno aku dan Zoey juga mau ke kelas.” “Bye!” teriak Jeno yang berjalan pergi meninggalkan Elysian dan Zoe. Kantin sangat ramai banyak orang mengantri makanan dan banyak yang sengaja berdesakan dengan tidak sabarnya membuat banyak yang hampir jatuh dibuatnya, masakan dari banyak wilayah tersedia lengkap. Jeno menunggu kehadiran Zoe dan Elysian untuk makan bersama, Jeno dia menaruh dua waffle untuk Elysian dan Zoe karena tahu bahwa jika terlalu lama agak siang sedikit banyak orang yang sibuk mengantri dan tambah banyak. Siapa sangka yang hadir adalah sang ratu penguasa yang seenaknya kepada orang lain dia berbeda fakultas dengan Jeno dia berada di fakultas Facoltà di Lettere e Filosofia (Fakultas Sastra dan Filsafat), tadinya wanita ini ingin pindah ke fakultas yang ada Jeno nya, sayang sekali ibunya menentang karena tidak sesuai dengan keilmuan yang harus di dapatkan oleh wanita ini. Dia adalah Joana Heim, wanita cantik yang berpenampilan feminim, kulitnya putih mulus dan rambutnya sedikit bergelombang berwarna merah yang suka bergaya high messy tetapi dia mengurai rambutnya yang bawah sehingga hanya atasnya saja yang high messy. Sangat popular di kalangan pria selain cerdas juga cantik, jika di Fakultas Sastra dan Filsafat ada Joana Heim begitu pun di fakultas Elysian dan Zoe yang terkenal adalah Elysian. Mereka berbeda fakultas tetapi sangat sering bertemu ditempat biasa mereka sering kunjungi, terlepas dari itu semua Joana Heim sangatlah tidak berani berdekatan dengan Jeno saat ada Elysian maupun Zoe. Karena Elysian atau pun Zoe adalah sahabat Jeno dengan watak yang sama-sama tegas dan berkarisma tinggi jika berurusan dengan orang lain, terutama tempat yang sering di kunjungi Jeno selain fakultas nya juga fakultas Elysian dan Zoe jadi ada rasa cemas juga di dalam diri Joana harus sering ke kedua tempat itu. Namun, berbeda jika mereka bertiga bersama. Joana heim memisahkan diri dengan temannya dan Joana memilih duduk di samping Jeno dan teman Joana lebih menghargai Joana sampai pendekatan Joana tercapai. Ketika Joana duduk di samping Jeno banyak mata yang memandang ketidaksukaan yaitu mata cowok yang naksir Joana. “Jeno, bagaimana kabarmu hari ini?” sapa Joana, basa basi itu tidak membuat Jeno melihat dirinya. “Baik,” jawab singkat Jeno, sembari mengunyah makanan dan Jeno focus memakan waffle yang dia pesan itu. “Bagaimana ujianmu Jeno, Apakah nilaimu baik?” tanya Joana, Joana tidak menyerah memulai topik. “Baik,” singkat Jeno. Joana akhirnya memakan makanan yang ada di hadapannya sembari memikirkan apa yang harus dibahas dengan Jeno. “Jen, kalau malam kam—“ ucapan Joana terpotong karena di kejauhan Elysian dan Zoe akan segera menghampiri mereka, terutama menghampiri Jeno. “Ah cih, aku pergi dulu ya Jeno!” ucap Joana, dan Joana pun pergi meninggalkan Jeno dan bergabung dengan teman-temannya yang dari tadi melihat Joana berdekatan dengan Jeno. Elysian dan Zoe menghampiri Jeno dan Jeno dari kejauhan sudah melambaikan tangan untuk menyapa mereka berdua. “Ah Jeno aku tidak sempat memesan waffle, lihatlah sangat penuh dan sesak,” keluh Zoe. “Tidak apa-apa, aku sudah memesan untuk kalian berdua,” kata Jeno, dikasihlah waffle yang tadi sudah Jeno pesan untuk mereka berdua. Jeno pun memberikan banyak surat kepada Elysian dan membungkusnya dengan kain penampung yang tipis dan berbentuk karakter katak sehingga surat itu sudah siap untuk di baca oleh Elysian. “Nih, aku tadi ke loker dan menemukan banyak sekali surat yang bergelantungan di lokermu.” “Wah banyak sekali Elysian!” teriak senang Zoe, Zoe selalu terpukau melihat Elysian banyak penggemarnya dan merasa senang akan hal itu. "Terimakasih Jeno. Oh iya, Bagaimana kalau kita pergi mencari toko buku Trouvaille itu lagi, sudah lama kita tidak pergi ke sana aku rindu Tuan Horesa dan para bukuku, ayo kesana yuk!” ajak Elysian. “Iya, lagi pula ujian kita sudah selesai. Aku juga sama rindu Tuan Horesa, rasanya kemewahan melekat kuat pada dirinya,” kata Zoe. “Aku juga penasaran dengan wanita itu, jadi ayo kita pergi!” Mereka pun bersiap-siap untuk segera pulang setelah menghabiskan makanannya itu. Kini mereka pergi ke fakultas masing-masing dan berencana kumpul bersama di suatu tempat sehabis itu pergi ke gerbang kampus.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN