BAB 18 KETIKA HATI MEMILIH

1554 Kata

Rama akhirnya memarkirkan mobilnya dipelataran La Spazia resto sesuai permintaan Nadia. Sebuah restoran Italia yang mengusung konsep musical. Setiap malam, selalu ada pertunjukan akustik atau band-band indie untuk menemani para tamu menikmati sajian mereka. "Kamu sering ke restoran ini Nad?" tanya Rama ditengah santap petang mereka. "Satu atau dua kali aja sih kak. Aku nggak terlalu suka makan diluar," jawab Nadia tenang. "Oh ya? Tapi emang sih paling enak itu masakan rumah." Nadia tersenyum setuju. "Dan aku memang lebih suka masak sendiri," tukas Nadia. Rama sedikit terkejut mendengarnya. "Oh ya? Wah, kapan-kapan boleh dong aku cobain masakan kamu." "Tentu boleh." Nadia mengangguk dengan senyum manisnya dan Rama tentu saja semakin merekahkan senyumannya. Sekarang mereka berdua tenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN