Alvin tengah berada di balkon sambil menyesapi kopinya. Kedua orang tuanya sudah meraih mimpi mereka sejak beberapa waktu yang lalu. Ia kembali menghanyutkan diri dengan pekerjaan di tabletnya sembari menunggu adiknya pulang. Gairah yang sempat terpantik akibat ciuman singkat Nadia telah mereda saat dia berendam air dingin. Sudah hampir jam sebelas malam dan Alvin belum melihat tanda-tanda adiknya akan segera pulang. Meskipun tadi Nadia sudah berpamitan akan pulang sedikit terlambat namun tetap saja Alvin khawatir. Khawatir sebagai kakak dan juga sebagai laki-laki yang mencintai Nadia. Laki-laki itu memutuskan akan menjemput Nadia jika dalam 30 menit gadis itu tak kunjung sampai rumah. Lima menit setelahnya Alvin mendengar deru mobil berhenti didepan gerbang. Seulas senyu

