Lady menatap ke sekeliling dengan perasaan penasaran sekaligus takjub. "Ini apartemen siapa?" "Eh... Narren!" Tangannya sontak terulur ke depan saat melihat Narren masuk begitu saja ke salah satu unit apartemen tersebut. Narren menoleh. Ia tersenyum lembut sembari terus berjalan masuk menyeret kopernya. Hingga mau tak mau, Lady pun harus mengikutinya. "Narren, sebentar! Ini apartemen siapa? Kok kamu punya akses masuknya?" tanya Lady sembari menatap ke sekeliling. "Ini milik temanku. Dia sedang berada di luar negeri untuk waktu yang sangat lama, mungkin beberapa tahun. Dia memintaku untuk menempati dan menjaga tempat ini daripada kosong dan berdebu. Bukankah ini lebih baik dari apartemenmu sebelumnya?" "Hah? Teman? Kamu punya teman sekaya ini? Maksudnya, dia punya apartemen sebesar dan

