Angelia terbangun dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya, apa yang dia mimpikan tadi sewaktu tidur adalah sesuatu hal yang sangat ingin dia lupakan. Sudah lama sekali dia tidak lagi memimpikan hal itu, mimpi yang selalu berhasil membuatnya takut untuk memulai sebuah hubungan yang baru. Mimpi terburuk dalam hidupnya, mimpi buruk yang telah menjadi kenyataan. Hingga tanpa sadar air mata mulai kembali mengalir dari pipinya, ia menangis tanpa suara. Hanya bulir bening air mata yang mengalir membasahi pipinya, karena setiap kali dia mengingat hal itu selalu bisa membuat dadanya terasa sesak. Ketika rasa cinta dan benci bercampur menjadi satu, dimana dia tidak bisa berkutik. Di satu sisi selalu menyalahkan dirinya sendiri karena telah membuat pria itu meninggal dalam kecelakaan itu, na

