39. Halusinasi

2046 Kata

"Apa kau benar-benar sudah memiliki seorang kekasih? Mengapa tidak pernah menceritakannya pada Mama?" Sosok wanita paruh baya yang saat ini menatap Brian dengan berkacak pinggang dan juga memegang pakaian wanita yang dia temukan di kamar anak laki-lakinya. "Mama..." Brian yang semula duduk di depan televisi dengan segera berjalan mendekat ke arah mamanya, meskipun agak kesulitan karena kakinya yang belum sembuh sepenuhnya. "Mengapa kamu begitu panik?" Mama Brian tentu saja langsung menyipitkan kedua matanya, selama ini Brian memang sangat jarang sekali memperkenalkan seorang wanita yang dekat dengannya. Padahal wanita paruh baya itu sudah lama sekali ingin melihat anak laki-lakinya menikah, namun saat ia memergoki bahwa Brian tengah dekat dengan seorang wanita justru putranya sama sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN