Ilona mengelus rambut kekasihnya, Darren sedang tiduran di paha kekasihnya. Dia menuruti pak Sutami untuk melihat komentar-komentar kekecewaan dari para pelanggan. Dia memakai HP Ilona. Kekasihnya itu berlangganan, belanja online. Semua yang di lihatnya lucu akan di beli.
Sebenarnya, Darren tidak benar-benar membaca komplain tersebut. Dia malah mengagumi, wajah Ilona dari bawah. Wanita ini, menyelamatkan hidupnya dari segala hal. Wanita itu begitu cantik. Berbanding dengan dirinya yang tak ada yang bisa di banggakan. Menjadi mahasiswa tua? No, its shamefull.
Dengan geram, dia bangun dan mencium wajah kekasihnya. Mereka berciuman dengan begitu panas. Setiap saat, bibir mereka mempunyai masing-masing layaknya kutub yang saling berkaitan.
"Gunting rambut ya."
"Jangan, ini rambut legend." Ilona tertawa. Lelaki ini, selalu saja membuatnya mabuk, bahagia, puas. Semua hal yang menyenangkan.
Ilona melepas ikat rambutnya dan mengikat rambut Darren.
"Kamu mirip Harry Styles. Nggak ding, mirip Brad Pitt." Harry Styles mempunyai dimple dan rambutnya panjang. Walau, dia sudah gunting rambut. Namun, rambut gondrong sudah menjadi ciri khasnya.
"Kamu Kylie KW." Ilona tertawa lagi. Tawa suaranya begitu nyaring dan begitu merdu bagi pendengaran Darren.
Darren bangun, dan Ilona hanya melihat peredaran lelaki itu. Dia kembali membawa permen?
"Permen?"
"Obat kuat." Bisik Darren. Ilona memincingkan matanya curiga. Ada obat kuat pakai permen? Setahunya biasanya jamu, atau semacam pil-pil gitu. Mungkin, variasi baru. Di era seperti sekarang ini, tidak ada yang tidak bisa di buat.
Ilona mengambil permen dan merasa. Ini bukan permen, tapi vitamin C. Baiklah mungkin memakan vitamin bisa memicu birahi meningkat. Ilona buta dengan hal yang seperti ini.
"Kapan aku bisa hamil?" Tanya Ilona menerawang. Bayangan tentang megendong anak, membuatnya gregetan ingin segera hamil.
"Secepatnya." Ilona tersenyum. Dan menggengam tangan Darren.
"Terima kasih, telah memberiku jasa yang luar biasa bagiku. Aku tidak akan menyesal memiliki anak dari kamu dan tidak akan pernah menyesal mengenal kamu."
"Jangan seperti itu. Aku yang harusnya seperti itu. Aku sekarang mengantungkan semua hidupku ke kamu. Makan dan numpang semuanya."
"Jangan sebut numpang. Ini rumah kamu juga." Dareng memeluk belakang Ilona dan mengelusnya.
"Kalau aku udah lulus, dan dapat kerjaan. Aku akan mengganti semuanya." Hati Ilona menolak untuk mendengar semuanya. Ini tidak benar, Darren memberinya apa yang dia mau. Seharusnya, dia yang bilang seperti itu. Seharusnya dia membayar Darren.
"Kamu ngomong apa sih? Aku itu ikhlas. Jangan gitu, kesannya kayak kamu numpang dan ngemis-ngemis. Aku nggak ngarap balas budi. Justru, apa yang kamu beri ke aku begitu berharga."
Darren mencium wajah Ilona dan beranjak lagi. Dia mengambil minuman soda dan sushi. Ya mereka sudah memesan makanan tersebut, mereka ingin menjalin hubungan seperti pasangan romantis dalam drama Korea.
Bukan hanya sushi, namun juga berbagai macam seafood. Seperti udang, kerang, kepiting, gurita. Perlu di garis bawahi, guritanya sudah mati. Bahkan, tidak ada gerak-geraknya juga.
Makan sambil di suapi, merupakan suatu kesukaan Ilona sekarang. Semenjak ada Darren, nafsu makannya meningkat drastis. Dan lelaki itu menyukai seafood. Berhubung, semua makanan masuk dalam perut Ilona. Dia tidak keberatan, makan seafood setiap saat. Apalagi, Darren bilang bahwa dengan memakan seafood seperti kerang, bisa membuat stamina bertambah kuat.
"Tahu gini, mending kita buat video ASMR aja." Ilona berkata dengan mulut penuh. Saos, sudah muncrat memenuhi seluruh mulut dan juga area dagu dan pipi.
"Mau buat?"
"Boleh aja, kita buat aku YouTube, Dilona."
"Kedengarannya seperti dilema."
Ilona mengambil handphone-nya dan mulai memvideo.
Karena, keseringan menonton video mukbang. Ilona paham cara makannya. Dengan memasukan berbagai macam makanan dalam mulutnya, ia sampai kesusahan mengunyah makanannya.
Darren memajukan wajahnya, dan keduanya menyatukan mulut mereka dan mulai berbagi makanan. Ilona sudah bisa mengunyahnya.
"Kamu nggak jijik?"
"Kita sudah lebih sekedar dari ini." Sahut Darren cuek.
Mata Ilona fokus ke kamera, Darren cuek. Lebih suka dengan makhluk di sampingnya. Darren dengan telaten, menyeka saos yang tertinggal di bibir Ilona. Kadang, dia menyesap sisa saos itu dengan menciumnya. Terkadang, dia menggoda Ilona dengan menjilatinya.
"Ini sih, bukan vidoe ASMR. Malah jatuhnya video mesum." Protes Ilona dengan pipi yang begitu penuh. Darren tersenyum lebar. Perempuan ini, begitu menggemaskan dan menggairahkan sekaligus.
"Ayo, kita praktek video mesum." Ilona memukul d**a Darren gemas. Memang laki-laki selalu vulgar ya ngomongnya?
***