Bayang Mafia dan Janji Terlarang

690 Kata
Malam itu, udara di kota terasa berat. Hujan rintik-rintik turun membasahi jalanan yang mulai lengang. Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya redup di genangan air, membentuk bayangan yang beriak dan samar. Ansel melangkah perlahan memasuki gedung tua yang menjadi markas bawah tanah keluarga Reyshard, dunia yang jauh berbeda dari vila mewah yang selama ini dia kenal. Aroma tembakau bercampur keringat dan ketegangan memenuhi ruang besar itu. Reyshard sudah menunggu di sana, duduk dengan ekspresi dingin yang sulit ditebak. Tatapan matanya masih menyimpan bayangan gelap yang beberapa malam terakhir terus menghantui dirinya. Tapi di balik sorot itu, ada kehangatan samar yang hanya bisa dilihat oleh Ansel. “Kau datang tepat waktu,” ujar Reyshard. Ansel mengangguk, “Kau sudah siap menghadapi apa yang akan terjadi?” Reyshard menarik napas dalam, “Aku harus siap. Ini bukan hanya tentangku. Keluargaku, masa depanku, bahkan nyawaku bergantung pada apa yang akan kita lakukan malam ini.” Mereka berdua berjalan ke ruang rahasia di balik dinding perpustakaan yang penuh dengan buku-buku usang dan artefak mistis. Di sana, meja panjang sudah dipenuhi dengan alat-alat ritual, lilin, dupa, dan gulungan kertas bertuliskan mantra-mantra kuno. Ansel membuka buku hitam pemberian orang misterius itu, menatap setiap simbol dengan seksama. “Ritual ini berisiko besar,” kata Ansel. “Kita tidak hanya akan memutus ikatan roh jahat, tapi juga membuka tabir dunia bawah tanah mafia yang selama ini tersembunyi. Bahaya yang kita hadapi tidak hanya dari dunia gaib, tapi juga manusia-manusia yang haus kekuasaan dan tidak segan menggunakan kekuatan hitam.” Reyshard menunduk sejenak, “Aku tahu. Tapi aku tak bisa terus lari. Jika aku tidak hadapi ini sekarang, aku akan kehilangan segalanya.” Mereka mulai merapikan ruang ritual, menyiapkan segala sesuatunya dengan penuh ketelitian. Ansel memimpin pembacaan mantra dengan suara mantap dan penuh energi magis. Suara mereka bergema di ruangan, memecah keheningan yang mencekam. Lilin-lilin mulai menyala dengan sendirinya, cahayanya berpendar seperti aura mistis yang membentengi mereka dari ancaman luar. Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan. Reyshard menegang, matanya mencari sumber suara dengan waspada. “Siapa itu?” suaranya dingin, menandakan kewaspadaan tinggi. Seorang pria bertubuh besar dan wajah penuh tato muncul dari balik bayangan. “Aku datang membawa pesan dari keluarga lain,” katanya dengan suara berat. “Reyshard, kau punya waktu 24 jam untuk menyerahkan kekuasaanmu atau kami yang akan mengambilnya dengan paksa.” Ansel segera maju, mengangkat tangan sambil membentuk lingkaran pelindung dari energi putih. “Kau tidak akan bisa masuk ke sini.” Pria itu tertawa dingin, “Kalian terlalu sombong jika mengira bisa menentang kami dengan mantra-mantra kuno itu.” Pertempuran tak terelakkan. Energi magis dari Ansel dan Reyshard beradu dengan kekuatan brutal pria itu dan anak buahnya yang mulai menyerbu. Cahaya dan bayangan bertabrakan, menciptakan percikan api dan suara dentuman yang mengguncang ruangan bawah tanah. Di tengah kekacauan, Ansel melihat Reyshard terluka di bahu, darah segar mengalir dan mengotori bajunya. “Reyshard!” teriaknya, berusaha menahan musuh yang datang. Namun, Reyshard dengan wajah penuh tekad berkata, “Jangan berhenti. Aku masih punya sesuatu yang harus aku jaga.” Ansel memusatkan seluruh kekuatan batinnya, mengucapkan mantra pelindung terkuat yang pernah dia pelajari. Cahaya putih bersinar sangat terang, membentuk benteng energi yang menghalangi serangan musuh. Secara perlahan, lawan mundur, tak mampu menembus kekuatan itu. Setelah pertempuran reda, suasana menjadi sunyi. Reyshard duduk tersandar di dinding, wajahnya menahan rasa sakit. “Aku tidak akan biarkan kegelapan ini menguasai hidupku dan orang-orang yang ku sayangi,” katanya pelan. Ansel menatapnya penuh kekaguman dan rasa ingin tahu yang semakin dalam. “Apa yang membuatmu kuat, Reyshard?” Dia tersenyum tipis, “Janji. Janji yang kubuat pada diriku sendiri dan pada seseorang yang sangat berarti. Aku tidak sendiri dalam pertarungan ini.” Dalam keheningan itu, cahaya lilin menari lembut, menyelimuti mereka dalam hangat yang kontras dengan dinginnya dunia luar. Meskipun ancaman masih mengintai, di antara keduanya tumbuh ikatan yang lebih kuat dari sebelumnya — ikatan antara jiwa yang penuh luka, keberanian, dan harapan. --- (Bab 6 akan mengungkap lebih dalam rahasia masa lalu Reyshard dan hubungan aneh yang menghubungkan dunia mafia dan dunia gaib. Kisah cinta yang mulai tumbuh pun akan semakin rumit oleh intrik dan bahaya yang mengintai.)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN