Dia—Yohan. Tentu saja. Satu-satunya orang yang mampu membuatnya terkejut adalah Yohan. Pemuda itu, kini terlihat lebih tampan dari biasanya. Pakaian biasa ternyata membuat pemuda itu terlihat lain daripada saat berada di arena pertandingan. Dia mengenakan turtleneck berwarna hitam yang dipadukan dengan jeans berwarna hitam juga. Tampan, benar-benar tampan dan sangat berkarisma. “Ky--.” Panggil Esa seraya menggoyangkan lengan gadis itu, sejak tadi ia memang memanggilnya tapi gadis itu seolah tak mendengar panggilan tersebut. “Ah?” Mini mengalihkan pandangannya pada Esa kembali. “Kenapa Sa?” “Liatin apa sih?” tanya Esa seraya menatapnya dengan tatapan yang penuh tanya. “Ah—itu, enggak. Bukan apa-apa.” Ujarnya dengan cepat seraya menatap kearah panggung lagi. Berharap Esa tida

