Esa dan keluarganya kini dalam perjalanan menuju rumah Mini, sebagaimana janjinya pada Mini kemarin. Seharian ini gadis itu sepertinya benar-benar sibuk, karena tidak membalas pesannya sekalipun, bahkan ia hubungipun dia tidak menjawab. Esa menghela nafas panjang, kemudian melirik orangtuanya yang duduk dibagian belakang mobil yang mereka kendarai. “Bunda--.” Panggilnya. “Hm? Kenapa Sa?” tanya Viona seraya menatap Esa dari spion depan. “Bunda jangan komentar apapun sama masakan Kiky entar.” Ujar Esa. Viona mengerutkan keningnya. “Emang beneran Mini yang masak? Ngapain? Bukannya disana punya pembantu? Terus, bukannya Renata ada jadwal dirumah sakit juga hari ini?” Esa menghela nafas. “Beneran. Kayaknya dia ngerasa gak enak Bun. Inget pas waktu itu Bunda nolak Kiky pas di

