Tahun 2080. Menara Lumière kini telah sepenuhnya berubah menjadi Taman Terbuka Lumière. Tidak ada lagi sekat kaca yang membatasi si kaya dan si miskin. Di tengah taman itu, bekas lantai 22 yang legendaris kini menjadi sebuah panggung terbuka di mana siapa pun boleh berbicara tentang keadilan. Namun, cerita kita hari ini berpindah ke pinggiran kota yang padat, di sebuah pusat rehabilitasi sosial yang kumuh. Di sana, seorang pemuda bernama Raka sedang berjuang melawan sistem birokrasi yang korup di lingkungannya. Raka bukanlah keturunan bangsawan, ia hanyalah seorang relawan yang mengajar anak-anak jalanan. Suatu hari, Raka menemukan sebuah buku tua di tumpukan loak. Buku itu adalah kumpulan catatan harian seorang asisten bernama Aira. Buku itu sudah robek, namun kalimat di halaman perta

