Tahun 2075. Jakarta telah menjadi kota yang hampir sepenuhnya sunyi dari deru mesin, digantikan oleh desis kendaraan magnetik dan gemericik air dari kanal-kanal pembersihan. Di puncak Menara Lumière yang kini telah menjadi bangunan cagar budaya, Arka Lumière duduk di kursi kerja ayahnya. Tubuhnya sudah ringkih, namun sorot matanya masih menyimpan ketajaman Reyhan dan kelembutan Aira. Arka sedang menghadapi tuntutan dari dewan komisaris baru—generasi yang tidak pernah mengenal Aira dan Reyhan secara langsung. Mereka ingin meruntuhkan Menara Lumière dan menggantinya dengan "Pusat Data Kuantum" yang jauh lebih menguntungkan secara lahan. "Pak Arka," ujar salah satu komisaris muda dengan nada tidak sabar. "Gedung ini terlalu banyak memakan biaya perawatan. Secara emosional ini memang rumah

