Bab 42: Di Balik Secangkir Kopi yang Sederhana

548 Kata

Jakarta, tahun 2026—masa yang sangat dekat dengan ingatan kita sekarang. Di sebuah kedai kopi kecil di sudut gang sempit yang terjepit di antara dua gedung pencakar langit, seorang wanita paruh baya bernama Siti sedang sibuk menyeka meja. Siti adalah seorang mantan staf kebersihan di Menara Lumière yang kini sudah pensiun. ​Di dinding kedainya yang bersahaja, tergantung sebuah foto tua yang sudah sedikit menguning. Foto itu bukan foto keluarga besarnya, melainkan foto candid Aira dan Reyhan yang sedang tertawa bersama para staf di kantin kantor berpuluh-puluh tahun silam. ​Seorang pelanggan muda, seorang eksekutif junior yang tampak stres dengan tumpukan berkas di mejanya, bertanya, "Bu, itu siapa? Kok fotonya ditaruh di tempat terhormat begitu?" ​Siti tersenyum, menyodorkan secangkir k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN