Prinsip gue dari dulu masih sama, peduli pada sesama tanpa pandang bulu. Tanpa gue sadari, peduli gue ke seseorang lebih sekedar karena sesama. -Algifary- ¶¶¶ Seusai menilai sepihak bahwa Zendro adalah kekasih Disya, Algi berjalan menuju motornya yang terparkir lumayan jauh. Disya mengikuti refleks. "Dia bukan pacar gue. Gue harap lo ingat kalo gue pernah bilang gini sebelumnya." Mengalihkan fokus dengan cara memperbaiki jambulnya di hadapan kaca spion. "Gue lupa. Duluan, ya. Bye." Reaksi Disya adalah melongo. Bisa-bisanya Disya punya ide untuk menjelaskan pada Algi tentang statusnya dengan Zendro. "Gak seharusnya Disya, bodoh!" ¶¶¶ Ponsel dengan case motif catur itu bergetar terus-menerus. Algi yang sedang bermain game online pun merasa terusik. Kemenangan di ujung tanduk tiba-tiba

