Chapter 20

1174 Kata
"Ngapain, ya?" gumam gadis yang sekarang sedang tidur terlentang di atas kasur. Ia meraih ponsel yang diletakkan di nakas samping tempat tidur. "Ehm ...," Fiona berpikir sejenak, apa yang harus ia ketik untuk disearch. Merasa bingung, ia kembali mematikan ponsel dan menaruhnya asal. Gadis itu menutup matanya ingin melupakan sejenak segala sesuatu yang terjadi akhir-akhir ini yang mengusik pikirannya. Ia bangkit dari baringannya dan meneguk air di gelas yang ia ambil di nakas. Dan seperti di iklan-iklan yang kadang ditontonnya, matanya berbinar seolah efek air yang barusan diminumnya itu sangat luar biasa. Ia kembali meraih ponselnya dan membuka aplikasi Line. Ia me-log out akunya. Lalu membuat akun baru dengan sim card-nya yang lain. Lalu meng-add id line Richard. Dan mulai mengirim pesan pada cowok itu Sebelum itu, ia menyempatkan menuliskan nama profilnya. Maimunah : hai! :) Maimunah : hai! :) Maimunah : hai! :) Maimunah : hai! :) Maimunah : hai! :) Richard♡ : ? Maimunah : sibuk ya? Maimunah : gue ganggu nggak? Richard♡ : siapa? mau apa? Maimunah : gue manusia Maimunah : mau chat sama lo Richard♡ : chat apaan? Maimunah : nggak Maimunah : lagi apa? Richard♡ : duduk, bernapas Maimunah : maksud gue lagi ngelakuin aktifitas apa? -_- Richard♡ : duduk, bernapas Maimunah : serah Maimunah : eh gue mau nanya dong Maimunah : lo udah punya pacar? Richard♡ : belum Maimunah : beneran? Maimunah : kalo cewek yang lo suka? Maimunah : di luar sekolah dulu Richard♡ : nggak ada Maimunah : kalo di luar kelas? Richard♡ : nggak ada Maimunah : di dalem kelas? Richard♡ : ada satu Maimumah : siapa? kasih tau dong Richard♡ : kepo Maimunah : yodah kasi ciri-cirinya atau clue gitu biar gue tau orangnya Richard♡ : emang lo siapa? Maimunah : lo nggak bisa baca nama di profil gue? Maimunah : pelit beut lo Richard♡ : dia gak banyak ngomong orangnya Maimunah : pendiam? Masa? Richard♡ : hm.  Tanpa sadar Fiona memaksakan senyum. Tentu saja criteria cewek idaman pria itu jauh dengan dirinya. Maimunah : kalo gitu gue boleh ngomong sesuatu nggak? Richard♡ : ? Maimunah : ehm, gue suka sama lo Richard♡ : trus? Maimunah : trus apa? Richard♡ : setelah lo bilang kek tadi trus lo mau apa? Maimunah : nggak mau apa-apa, cuma ngasih tau ae Maimunah : siapa tau nanti lo bakal suka balik sama gue Maimunah : ga deng becanda :v Richard♡ : ...... Maimunah : eh, tapi lo mau nggak jadi pacar gue? Richard♡ : iya Maimunah : hah? lo mau? beneran? Richard♡ : apa sih gak jelas  Maimunah : -_- Maimunah : tapi iya juga ya, lo nggak bakalan mau, orang lo sukanya kan sama cewe pendiem di kelas sedangkan gue mah petekilan Maimunah : beda jauh beut :v Maimunah : seenggaknya gue udah ngungkapin, ye kan? Gue cuma pen lo tau ae kalo ada cewe yang mau sama lo. Dan pliss hargain perasaan gue dan nggak marah, ok? Thx Richard♡ : iya Maimunah : btw, tadi juga gue gak serius kok cuma iseng ae sih, karna ya emang gue tau lo bakal jawab kek gitu, sorry Maimunah : udah kerja pr senbud? Richard♡ : belom Maimunah : gue juga belom, nih baru mau ngambil buku Maimunah : udah sana kerja! Ntar dihukum disuruh nyanyi depan kelas Richard♡ : biarin Richard♡ : gue juga niat mau nyanyi buat seseorang besok Maimunah : oh, buat si pendiam itu ya? Richard tak lagi membalas pesan Fiona. Begitu pun dengan gadis itu yang langsung menutup mukanya dengan bantal. Ia lalu membuka ponselnya lagi dan memutuskan untuk membuat status baru : 'Segini aja udah lebih dari cukup, kok ;)' Fiona menelungkupkan kepalanya di meja, di atas lipatan tangannya. Ia hanya sedang malas melakukan sesuatu saat ini. Bahkan hanya untuk mengangkat wajahnya. Matanya terpejam, memikirkan berbagai hal yang bisa ia pikirkan, dari keluarga, sahabat, kejadian yang pernah ia alami, impian, masa depan, dan Richard. Sejurus kemudian, murid-murid di luar berhamburan dari tongkrongan mereka dan segera memasuki kelas ketika Bu Farah terlihat dari kejauhan. "Bu Farah udah dateng, woy!" teriak Maya sang ketua kelas, memperingati teman-temannya untuk duduk dengan rapi di tempat masing-masing. Kini, Bu Farah sudah berdiri di belakang meja guru, matanya mengamati seisi kelas. Fionapun mendongak dan menegakkan badannya dengan malas. "Kumpulkan tugas kalian, sekarang!" ucap Guru Kesenian itu dengan nada memerintah. "Car, titip punya gue." Fiona menyodorkan buku bersampul biru tua pada Carol yang langsung menerimanya. Setelah melihat semua murid sudah kembali duduk di bangkunya, Bu Farah kembali membuka suara, "siapa yang tidak mengerjakannya?" Fiona lalu memutar matanya malas, saat Bu Farah menatap lurus seseorang di belakangnya. Ia sudah bisa menebak siapa orang itu. "Kalau begitu, silahkan bangun dari tempatmu duduk dan menyanyi di depan kelas." Bu Farah menyeringai. Semua murid tampak heboh setelah Guru Kesenian itu mengakhiri ucapannya. Para gadis di sini berteriak histeris, pasalnya mereka akan mendengarkan suara Si Misterius Kelas yang amat tampan. Berbeda dari para gadis, cowok-cowok malah menertawainya. Terlebih lagi dengan Ben, yang merupakan teman dekat Richard. "For someona special?" ucap Richard pelan yang disambut teriakan teman-teman perempuannya. Tumben sekali cowok itu. Pasti ini untuk seseorang yang disukainya, yang tidak banyak berbicara seperti dirinya. Fiona memutar mata memikirkan itu. Beruntung sekali teman sekelasnya yang tidak ia ketahui siapa itu. Fiona kembali memutar mata malas dan memutuskan untuk melihat pemandangan di luar dari jendela kaca yang tepat di sampingnya. Your hand fits in mine like it's made just for me But bear this in mind, it was meant to be And i'm joining up the dots, with the freckles on your cheeks And it all makes sense to me Seketika, Fiona langsung heboh sendiri dan mulai menggoyang-goyangkan lengan Carol yang duduk di sampingnya, tapi ia pun kembali diam dan memfokuskan perhatian pada cowok itu. I know you've never love the crinkles by your eyes when you smile You've never loved your stomach or your thighs The dimples in your back at the bottom of your spine But i'll love them endlessly 'Anjirr, kenapa dia nyanyiin ini lagu?' batinnya sembari menggigit bibir bawah, guna menahan air mata. Entah kenapa, Fiona sangat menyukai lagu ini. Dan ia berharap seseorang yang ia cintai menyanyikannya lagu ini. Tetapi ia merasa sangat miris, karena cowok yang dicintainya itu menyanyikan lagu ini bukan untuknya. Tak sadar gadis itu pun menggerakan mulutnya, mengikuti Richard yang menyanyi, namun tidak mengeluarkan suara. I won't let these little things slip out of my mouth But if i do, it's you, oh it's you They add up to,  Richard terdiam sebentar, lantas maniknya menatap lurus mata Fiona. I'm in love with you And all these little things Richard menyanyikan liriknya dengan penuh perasaan, membuat air mata gadis itu jatuh begitu saja, mengalir membasahi pipinya. Jantungnya berdebar sangat keras, sampai ia takut kalau-kalau Carol ataupun Melody bisa mendengarnya. Ia seperti mendapat sebuah hal yang sangat membahagiakan, bersamaan dengan pisau tajam yang menancap hatinya. Sementara mata Richard, sejak itu pula belum sedikit pun beralih dari wajah Fiona. You'll never love yourself half as much as i love you You'll never treat yourself right darlin' But i want you to If i let you know i'm here for you Maybe you'll love yourself like i love you I've just let these little things slip out of my mouth Cause it's you, oh it's you, it's you They add up to, And i'm in love with you And all these litte things. Fiona terus saja menunduk, tak berani mengangkat muka karena Richard yang masih terus menatapnya lekat. Setelah menyelesaikan nyanyiannya, Richard menarik napas panjang. Ia pun kembali ke tempatnya duduk dengan diiringi tepukan tangan teman-temannya. Terkecuali gadis yang saat ini sedang berusaha menetralkan debaran jantungnya.  *** Duh Maimunah wkwk Jangan lupa kasih pendapat kalian tentang cerita ini di kolom komentar Dan mohon terus dukung kami dengan cinta!<3
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN