"Kenapa? Abandoned Castle sudah lama ditinggalkan, kan?" Anastasia menatap mata Archanne dalam-dalam. "Bisakah kau ceritakan?" Archanne menghela nafas, "Nama benteng itu dulunya Hurricane. Benteng berdinding putih dan abu-abu. Banyak terjadi kekacauan disana, paling banyak adalah pemberontakan. Tapi tak sampai keluar dari tembok besar benteng itu. Tembok itu sudah banyak meredam pemberontakan karena negeri Blafen jauh dari kata damai." "Hurricane, huh?" Archanne mengangguk. Entah kenapa perasaannya berkecamuk mengingat betapa mengerikannya pemberontakan yang terjadi, sampai ayahnya sendiri harus turun tangan dan membekukan banyak orang. 'Archanne menunduk!' seru ayahnya yang tengah berperang di Hurricane Castle. Archanne menunduk, secepat kedipan mata sebuah panah melewati atas kepala A

