Suara dering ponsel mengagetkan Adrian. Pria itu buru-buru melepaskan Elysa dan mengambil ponselnya yang ada di meja. “Ya, Nad?” ujarnya setelah menggeser layar ponselnya. Elysa yang langsung bangun dan merapikan pakaiannya yang habis diacak-acak oleh Adrian. Wanita itu segera bergegas ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan pria itu untuk merapikan diri. Saat di dalam kamar mandi, wanita itu tak henti-henti memaki Adrian yang menurutnya sudah tidak waras karena hampir menidurinya di kantor. Memang sepertinya otak pria itu perlu diganti dengan otak baru agar bisa berpikir jernih. Untungnya telepon dari Nadine bisa menghentikan niat pria itu. Elysa menghela nafas panjangnya. Ya, memang hanya Nadine seorang yang bisa mengendalikan Adrian. Hanya Nadine yang memegang kendali utuh atas pri

