Hampir saja Alika terduduk lemas, namun pertahanan kakinya masih kuat untuk menopang tubuhnya yang ringkih. Alika mencoba memutar tubuhnya, tetapi tak sengaja seorang pelayan menabraknya hingga menumpahkan minuman yang dia bawa di baki. Sontak, kini dia dan pelayan itu jadi pusat perhatian. Lebih terkejut dengan wajah Kai dan Raka. Dua laki-laki itu tampak tak menyangka dengan keberadaan Alika. "Alika!" Kai segera bangkit dan mencoba mendekat ke arah Alika. Namun, perempuan itu segera berjalan ke luar kafe. Langkahnya tak beraturan, Kai mengejarnya. Pemandangan itu dilihat oleh Raka. Dia tersenyum sengit. Melihat bagaimana wajah Kai yang panik. Kai mengejar Alika dengan segera. Hingga mereka sudah berada di luar kafe. Beberapa meter dari kafe akhirnya dia bisa meraih tangan Alika. "Maa

