22. Tak Sengaja

1710 Kata

Satu jam sebelumnya, Alika terbangun, merasakan Kai sudah tidak ada di sampingnya. Dia terlalu malas untuk membuka matanya, tetapi kerongkongannya kering. Ingin minum dan perutnya menuntut makanan lagi. "Ahhh," keluhnya berat. Dia terduduk lemas. dengan malas dia berjalan menuju dapur lagi. Tetapi langkahnya terhenti tatkala dia mengingat sesuatu. "Yampun, aku belum beli air mineral," ucap Alika menepuk jidatnya kencang. "Persediaannya habis." Alika dengan malas melanjutkan jalannya. Benar, membuka pintu kulkas dan tak mendapati satu botol pun air minum. "Astaga," keluhnya lagi. Alika pun mengambil dompetnya yang masih tersimpan di dalam tas. Mengambil hoodie yang tergantung manis di belakang pintu kamar. Dengan malas dengan malas menuju lantai satu apartemennya dan keluar di tengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN