21. Perasaan Kai

1518 Kata

Alika sudah sedikit tenang. Dia masih dalam pelukan Kai. Laki-laki itu melepaskan pelukan Alika. Menatapnya lekat, sembari satu tangannya merapikan rambut Alika yang menutupi wajah cantik itu. Kemudian dia mengusap rambut belakang Alika dengan lembut. "Percaya sama aku, aku bakalan selalu ada buat kamu." Kai berucap pasti. Alika mengangguk. Laki-laki itu tersenyum, dan mendaratkan bibirnya pada kening Alika. Namun, keresahan dan kekhawatirannya tak bisa dia sembunyikan. Kai kembali memeluk Alika. Dia menitikkan air mata tanpa Alika tahu. "Kamu nggak bakal ninggalin aku, kan?" tanya Alika ragu. Kai mengangguk cepat. Wajahnya penuh rasa bersalah. Kai melepaskan pelukan itu. Air matanya sudah dia hapus tadi, agar Alika tak mengetahui bahwa dia menangis. Pria berwajah tampan itu terseny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN