Kai terkejut mendengarnya. Tentu saja dia langsung menyerbu Raka dengan pertanyaan yang sudah tertulis di otak. "Kamu tahu Jihan adalah mantan aku? Apa kamu yakin sama perasaan kamu sendiri?" Kai memastikan. Raka mengembuskan napas. "Entahlah, aku sangat khawatir sama dia. Sejak itu, saat dia datang dan meminta pertolonganku, aku merasa aku harus melindungi dia." Raka mengingat kejadian yang lalu. "Apa aku salah?" tanyanya. Kai menggelengkan kepala. Raka nggak salah. Itu hanya naluri seorang laki-laki yang ingin melindungi wanita lemah. Pandangan Kai menerawang ke depan. Dia mulai mengatakan sesuatu. "Dia gadis baik. Menderita karena Ayahnya," ujarnya. Raka yang mendengarkan hanya mengangguk sebagai respon. "Dia peduli, polos, dan juga sangat menyayangi ibunya." "Ibunya?" tanya Rak

