Ciuman Kenan tak terduga

1803 Kata

Di dalam kamar, suasana masih agak remang. Ayunda tidur pulas setelah sesi video call barusan. Nafasnya pelan, tapi wajahnya masih kelihatan capek. Kenan duduk sebentar di pinggir ranjang, ngerapihin selimut yang agak melorot, terus elus pelan rambut istrinya. “Istirahat ya, sayang…” bisiknya pelan. Habis itu dia berdiri pelan-pelan biar nggak ganggu Ayunda, lalu keluar kamar dan langsung menuju ruang kerjanya. Begitu pintu ditutup, dia menarik napas panjang, buka laptop, dan mulai join zoom meeting sama Rendy, Dewa, Sagara, dan beberapa kepala divisi. Di layar, wajah Kenan kelihatan lelah banget—mata agak merah, rambut sedikit berantakan. Tapi begitu meeting mulai, dia langsung fokus. Masih tegas, masih jelas kasih arahan, walaupun sesekali dia nguap kecil dan tutup mulut buru-buru. R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN