Azmi bertemu keluarga kenan

1666 Kata

Ruang tamu rumah Pak Arkan hangat banget, lampunya kuning redup, bikin suasana tenang. Ayunda duduk dengan tangan yang nggak berhenti gemeteran, sementara Rendy berdiri di belakangnya, jelas kelihatan tegang. Pak Arkan baru aja selesai bicara panjang lebar soal bagaimana dia nemuin Azmi dulu—penuh darah, nggak sadar, dan kehilangan ingatan. Ayunda nyimak dengan mata berkaca-kaca. Setelah beberapa detik hening, Pak Arkan narik napas panjang dan mulai bicara lagi dengan logat Malaysia-nya yang kental. “Azmi… ayah rasa… mungkin kamu boleh ikut mereka balik ke Indonesia, ya? Mana tau ingatan kamu tu boleh datang balik kalau kamu tengok tempat-tempat lama, jumpa orang-orang dulu.” Ayunda refleks ngeliat Azmi—atau Kenan—dengan harapan kecil yang mulai muncul. Azmi langsung mandang ayahnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN