Sore baru turun waktu Ayunda manggil Azmi keluar kamar. “Mas… ada yang mau ketemu,” katanya pelan sambil senyum kecil tapi gugup. Azmi berdiri, jantungnya entah kenapa deg-degan lebih kencang dari biasanya. Dia beneran nggak siap, tapi juga nggak mau mundur. Begitu dia keluar dari kamar, ada seorang anak laki-laki berdiri di tengah ruang tamu. Tingginya hampir sepinggang Azmi, rambutnya rapi, wajahnya… ya ampun, wajahnya persis foto Kenan waktu masih kecil. Anak itu menggigit bibirnya, matanya langsung merah. “Pa…” suaranya lirih. Azmi otomatis berhenti. Napasnya kayak ketarik. Arshaka jalan pelan… makin deket… makin deket… sampai akhirnya anak itu lari kecil dan langsung meluk pinggang Azmi kuat banget. “Papa… Saka kangen Papa… jangan pergi lagi ya… tolong jangan pergi lagi…” Sua

