Ardhana Group bangkrut

1846 Kata

Ruangan itu wangi obat banget. Lampunya nggak terlalu terang, tapi cukup bikin mata perih. Perlahan-lahan, Kenan membuka mata. Napasnya berat, dadanya naik turun kayak habis lari jauh. Seorang perawat langsung nyamperin. “Pak… Pak, Anda sudah sadar?” Kenan—yang bahkan nggak tau harus jawab apa—cuma menatap kosong. Keningnya berkerut. “…Saya… siapa?” Perawat sempat terdiam. Dia keluar, manggil dokter dan Pak Arkan. Beberapa detik kemudian, Pak Arkan masuk dengan wajah penuh lega. “Alhamdulillah kamu sadar, Nak…” ucapnya pelan. Kenan menatap lelaki itu bingung. “Maaf… saya kenal Bapak?” Pak Arkan membeku. Dokter mendekat sambil ngecek alat monitor. “Pak Arkan… sepertinya pasien mengalami amnesia pasca trauma. Ada benturan kuat di bagian belakang kepalanya. Wajar kalau sebagian inga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN