Bisikan itu ... seperti sebuah godaan yang membuat kepala Biantara panas. Hal yang seharusnya tidak terjadi kini datang dengan sendirinya. Gairah dan nafsu pria tersebut. Dua hal yang seharusnya tidak tumbuh ketika di dekat Kania, kini sukses membakarnya dari dalam. Rasanya panas, tersiksa, dan ingin diluapkan. Kepalanya tidak bisa berpikir jernih sedetik pun. Gadis di depannya terlalu menonjol. Menantang. “Hentikan semua ini, sebelum—“ Ucapan Biantara terputus saat Kania menggenggam pergelangan tangan sang paman. Ia menahan pria tersebut supaya menyentuh d.a.danya. “Sebelum Kak Melati tau?” tebak Kania. Sorot matanya tidak gentar sedikit pun. Kania sudah pasrah jika saja Biantara benar-benar menghabisinya kali ini. Ia hanya ingin melampiaskan semua rasa muaknya terhadap pria ter

