Biantara terdiam. Keponakannya itu benar-benar teledor. Bagaimana bisa Melati sampai melihat jasnya ada di kamar Kania? Pasti gadis itu sengaja. Biantara bahkan mulai menyadari jika Kania memang berniat menciptakan selisih paham antara dirinya dan sang istri. “Jas yang mana, Melati?” “Itu, lho, jas hitam. Kayaknya yang jarang kamu pakai, sih.” Pria tersebut berpikir panjang. Kali ini ia tidak boleh menjawab atau kepercayaan Melati yang akan menjadi taruhan. “Bisa jadi mirip.” Biantara menjawab sesantai mungkin. “Ah, masa sih, Mas? Kan, biasanya kamu beli jas yang limited edition kalau buat acara formal.” Ucapan Melati membuat Biantara kian terpojok. Namun, ia tetap bisa bersikap tenang. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi panik sedikit pun. “Ada beberapa produk lokal yang say

