Bab 86-3

701 Kata

** Pagi hari. Jam dinding menunjukkan pukul setengah tujuh. Beberapa menu telah tersaji rapi di atas meja. Kania menyiapkannya satu per satu dengan penuh ketelitian. Sempurna—tak ada yang terlewat. Nasi hangat dengan ayam kampung panggang serta tumis jamur bercampur buncis masih mengepul. Beberapa hidangan tambahan turut ditata menyempurnakan meja makan. Tak lupa, secangkir teh hijau hangat tanpa gula disiapkan sebagai pengganti kopi untuk Biantara. Tepat saat Kania melepas apron dari tubuhnya, deru mobil terdengar dari arah carport. Ia meletakkan kain itu ke tempat semula, lalu menoleh untuk melihat siapa yang datang. Begitu menyadari siapa pemilik mobil yang baru turun, Kania refleks mundur. Wajah yang semula hangat seketika mengeras. Ia berbalik, berniat melangkah pergi. Namun, pan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN