Bab 90-3

710 Kata

** Malam Hari “Non Kania harus makan. Kalau nggak, nanti kami yang kena marah.” Entah sudah berapa kali pelayan itu membujuk dengan nada cemas agar Kania mau menghabiskan makanan yang kini telah dingin. Menu bahkan sudah diganti dua kali. Namun Kania tetap tak menyentuhnya sama sekali. Tidak satu sendok pun yang ia telah. Bibirnya bahkan terkatup rapat. “Nanti aku makan.” Jawaban itu akhirnya keluar setelah lama ia terdiam. Ia masih saja tenggelam dalam riuh pikirannya sendiri. “Sampai kapan, Non?” suara pelayan itu nyaris memelas. “Sebentar lagi Tuan pulang. Kami takut dimarahi.” Kania menoleh ke samping. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sejak pagi, ia memang belum makan apa pun. Gadis itu hanya meneguk air mineral—stok yang dia beli dari luar beberapa hari lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN