“Diam, Bodoh! Kamu ini, disuruh diam malah teriak, gimana, sih?” rutuk Utari, seraya menepuk lengan Rivan yang masih menggunakan gips. “Sakit, Tante!” pekik Rivan, lalu mengerucutkan bibir. “Tapi ini seriusan? Tante yakin?” Rivan melanjutkan pertanyaannya. “Kamu mencurigaiku?!” lontar Utari, merasa pertanyaan yang diucapkan pria imut itu penuh keraguan. Rivan memutar bola mata, lalu mendengkus kasar, lantas dia berucap, “bukan begitu, Tan, aku hanya memastikan, informasi yang Tante Utari memang akurat.” “Aku yang menempelkan benda itu ke mobil Nora dan Megan,” celetuk Utari, dengan sengaja jujur pada Rivan, untuk mendukung Informasi yang dia bisikan sebelumnya. “Oh, jadi gitu,” ucap Rivan datar, tetapi beberapa detik kemudian, dia bertetiak kaget, “hah?! Apa?” Utari menghela napas b

