“Tolong hentikan!” sergah Rivan menyela makian yang nyaris terlontar kepada Saga. Rivan melesat menghampiri Saga dan Bisma, tetapi Saga merentangkan tangan, mencegah pria yang setia menemaninya itu untuk berhenti dan menjaga jarak. Sementara, tatapan tajam Saga yang dingin, sorot yang sudah lama tak dia tunjukkan. Kini, kembali muncul diarahkan pada pria dan wanita bersetelah mewah di hadapannya. “Ya, hidup seperti ini yang kumau? Seperti apa? Seperti sam-pah!” ujar Saga, dengan menekan kata terakhir yang tak berhasil Bisma ucapkan sebelumnya sebab tersela teriakan Rivan. “Lagi pula, apa bedanya dengan memiliki uang dan reputasi, di mata Anda, saya tetap hanya sampah, bukankah begitu?” sergah Saga, kata-katanya yang tajam membuat Bisma tersulut. “Dasar anak tidak tahu diri, harusnya ak

