Firman menggeram, di antara kesal dan merasa gagal. Keluarga yang selama ini dia usahakan layaknya keluarga yang stabil dan harmonis. Kini, berantakan, hubungan yang terkesan begitu hangat menurut orang-orang. Padahal, semuanya semu dan penuh intrik. Pasangan suami-istri yang hanya peduli dengan ego masing-masing. Perlahan, membuat kedua putrinya menjadi korban. “Aku yang salah, akulah yang pantas disalahka,” sela Firman di tengah isak tangis kedua wanita yang begitu berharga untuknya. “Jika saja aku tidak egois dan hanya memikirkan kepentinganku saja, kalian berdua tidak akan berada di dalam situasi ini,” lanjut Firman, lantas dia berlutut pasrah mensejajarkan posisinya dengan Utari dan Megan. Hanya saja, tidak ada Nora di sana, hal itu membuat sedikit lubang di antara mereka. “Aku ju

