Bab 37 “Malah bengong, woi, Bang!” gertak Rivan seraya tergesa mendekati Saga yang masih termangu menatap pintu. Kejadian itu begitu cepat, hingga membuat pria itu syok merasa semuanya bagaikan mimpi. Sementara, Rivan yang wajahnya sudah memerah karena malu, terus berusaha menyadarkan Saga dan meminta pria itu membantunya untuk menutup resleting celananya. “Apa itu Nora?” celetuk Saga, lalu mendongak ke arah Rivan yang kini berdiri di hadapannya sambil terus menggerakkan kaki meminta Saga untuk cepat-cepat membantunya. Dengan tangan gemetar, Saga membantu Rivan menaikan reseleting. Namun, sialnya, fokusnya masih pada Nora yang baru saja melihat barang milik Rivan. Kekhawatiran yang berlebih membuat tangan pria itu terus gemetaran. “Aw!” pekik Rivan, spontan berteriak histeris karena u

