Saga membawa mobil dengan ugal-ugalan, fokusnya masih terbagi antara memikirkan Nora yang tak kunjung menjawab telepon, juga fokus ke jalanan. “Labubu! Kira-kira, dong, aku masih belum mau mati!” protes Rivan yang kini duduk di sampingnya dan berpegangan pada handle yang ada di atas pintu mobil. “Ini masalah Nora!” sahut Saga, agak membentak. “Aku tahu, tapi kalau kamu enggak hati-hati, bagaimana bisa menyelamatkan Nora? Dasar gila!” pekik Rivan. Di sisi lain, panggilan yang ditujukan untuk Nora pun mendapatkan jawaban, Saga hendak memperlambat laju mobil, tetapi kecepatan mobilnya tak kunjung menurun. “Hallo Saga, kenapa? Aku sedang di kamar mandi, jadi aku baru sempat menjawab,” sahut Nora dari seberang sana. “Syukurlah, aku hanya khawatir, tunggu sebentar, aku akan ke rumah sekara

