Debaran ini nyata, hanya aku sibuk menolaknya. Terdengar sorak sorai dari lapangan basket yang ada disudut kampus. Tribun-tribun lapanan itu sudah diisi oleh penonton yang lebih banyak kaum hawa, teriakan semakin keras saat pemain no punggung 12 menerima bola dan melemparkannya ke ring, MASUK. “Astaga cakep amat sih, pacar gue,” puji Maura sambil menatap punggung 9 yang merupakan no punggung pacarnya dengan mata berbinar. Lain halnya dengan Elvy yang memutar bola matanya jengah, sambil bersidekap. Elvy masih kesal denan Maura yang seenaknya menyeretnya kesini, saat dia sedang menonton konser Boyband korea favoritnya Super Junior. Mana dia jadi manusia yang tidak dianggap oleh Maura, karena fokus sahabatnya itu 100% untuk pacarnya. “Ra, gue balik ya.” Elvy menoleh ke arah Maura yan

