Tingkahmu membuatku jatuh cinta, dan tingkahmu membuat ku mengerti akan luka. “Dasar b******k! Buaya darat! Keong racun!” Elvy mengumpat. Tangannya tak henti-henti melempar barang yang bisa ia ambil. Bantal, guling, boneka, buku, skri..upss nggak dia masih waras untuk melempar skripsi miliknya. Intinya, barang yang ada di kamarnya kecuali benda berat dan skripsi. Deru napasnya memburu. Kedua bahunya naik turun. Ia tidak suka dilanda perasaan menyebalkan ini. Dia tidak bisa tenang. Di antara kebingungan dan rasa sakit hatinya, dia juga merasakan rasa penasaran yang teramat sangat. Berulang kali ia berpikir, tapi tidak ada menemukan jawaban. Elvy menendang guling yang langsung terbang beberapa senti ke depan, hampir mengenai pintu kamarnya. Ia tidak tahu

